Rabu, 3 Juni 2026

Berita Banda Aceh

IPIM Aceh Gagas Pendirian Sekolah Tinggi Imam dan Khatib, Terinspirasi dari Konsep Turki

Wakil Ketua IPIM Aceh, Tgk Bustamam Usman SHI MA, menegaskan bahwa peran imam tidak sebatas menjadi pemimpin shalat. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/HENDRI ABIK
FOTO BERSAMA - Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Aceh, - Ardi Lasmi, Irhamullah MAg, Tgk Bustamam Usman SHI MA dan Rahmat Riski MAg - foto bersama dengan News Manager Serambi Indonesia, Bukhari M Ali dan jurnalis Serambinews.com, Agus Ramadhan dalam kunjungannya ke Kantor Harian Serambi Indonesia, Desa Meunasah Manyang-PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar pada Senin (22/9/2025). 

IPIM Aceh Gagas Pendirian Sekolah Tinggi Imam dan Khatib, Terinspirasi dari Konsep Turki

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Aceh menggagas pendirian Sekolah Tinggi Imam dan Khatib Indonesia. 

Gagasan itu disampaikan Wakil Ketua IPIM Aceh, Tgk Bustamam Usman SHI MA, saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar pada Senin (22/9/2025). 

Ia hadir bersama Sekretaris Wilayah Ustadz Rahmat Riski MAg, Wakil Sekretaris Wilayah Ustadz Irhamullah MAg serta Anggota Ustadz Ardi Lasmi, dan disambut langsung oleh News Manager Serambi Indonesia, Bukhari M Ali.

Wakil Ketua IPIM Aceh, Tgk Bustamam Usman SHI MA, menegaskan bahwa peran imam tidak sebatas menjadi pemimpin shalat. 

“IPIM ini tidak hanya identik dengan imam shalat, tapi lebih luas lagi adalah imam sebagai pemimpin. Dia bisa jadi imam, penceramah, bahkan bisa menjadi pemimpin negeri ini,” ujarnya.

Baca juga: DSI Nagan Raya Gelar Pelatihan Mawaris untuk Imam Masjid & Teungku Meunasah

Untuk itu, IPIM menilai perlu ada lembaga pendidikan khusus yang menyiapkan imam dan khatib secara profesional.

Sementara itu, Sekretaris Wilayah IPIM Aceh, Ustadz Rahmat Riski MAg, menyebut pihaknya mengaggas pendirian Sekolah Tinggi Imam dan Khatib Indonesia untuk melahirkan para imam dan khatib yang mampuni.

“Kami mengusulkan kepada pemerintahan Prabowo, melalui Ketua Umum IPMI yakni Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar untuk mendirikan Sekolah Tinggi Imam dan Khatib Indonesia,” paparnya.

Menurutnya, model pendidikan tersebut terinspirasi dan sudah lebih dulu sukses berjalan di Turki

“Di Turki, sekolah imam dan khatib menjadi lembaga khusus untuk melahirkan imam-imam masjid. Jadi di sana tidak ada imam sembarangan selain alumni sekolah itu,” paparnya.

Ustadz Rahmat juga mengusulkan agar gedung LIPIA milik Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dapat dimanfaatkan bila pendirian sekolah tersebut diwujudkan.

“Untuk kurikulum bisa dipelajari dari Sekolah Imam dan Khatib di Turki. Dengan begitu, kualitas imam dan khatib di Aceh semakin meningkat dan tidak sembarangan orang dapat menjadi imam di masjid-masjid,” jelasnya.

Di sisi lain, Sekretaris Wilayah IPIM Aceh lainnya, Ustadz Irhamullah MAg, menekankan pentingnya dukungan regulasi bagi para imam dan khatib.

IPIM Aceh, kata dia, juga terus mengupayakan adanya Qanun atau Peraturan Gubernur yang dapat memberikan rasa nyaman dalam menyampaikan syiar kepada masyarakat. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved