Berita Aceh Besar
Tambah Cuan, Warga Aceh Besar Sulap Ampas Kopi Jadi Briket
Ampas kopi yang semula dinilai tak berharga dan hanya menimbulkan limbah, kini disulap menjadi produk berharga dan bernilai cuan
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Indra Wijaya | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Ampas kopi yang semula dinilai tak berharga dan hanya menimbulkan limbah, kini disulap menjadi produk berharga dan bernilai cuan.
Wina warga Gampong Lamkeunung, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, berhasil meraup cuan lebih berkat inovasinya yang mengubah ampas kopi menjadi produk briket yang bernilai rupiah.
Produk UMKM tersebut diberi nama Bricket LK Coffee yang bernaung di bawah Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Lamkeunung.
Usaha yang baru dirintis sejak Januari 2025 tersebut melibatkan 12 pekerja yang seluruhnya adalah ibu-ibu Gampong Lamkeunung.
Dari inovasi ampas kopi yang disulap menjadi briket tersebut, wina dapat dengan harga Rp 1.000 per pcs atau Rp 20.000 per kemasan.
Baca juga: Puluhan Peserta di Langsa Ikuti Praktik Pembuatan Arang Briket dari Limbah Sawit
Ampas kopi yang disulap menjadi briket itu kini menawarkan nilai ekonomis yang menjanjikan bagi masyarakat setempat.
"Saat ini kita produksi masih sangat terbatas karena proses pembuatan yang masih dilakukan secara manual.
Dengan hanya mengandalkan satu mesin sederhana, kapasitas produksi harian hanya mampu mencapai 100 pcs," kata Wina, Rabu (24/9/2025).
Namun jika dengan tambahan dukungan mesin, pihaknya mampu memproduksi 1.200 pcs briket tiap harinya.
Menurut Wina, Briket dari kopi ini merupakan produk unik dan potensial untuk dikembangkan, karena bahan baku ampas kopi yang melimpah di Aceh dan minimnya kompetitor di pasar.
Baca juga: Tampilkan Briket Ampas Kopi saat Peluncuran KBN ke-25, Ini Harapan Kapolresta Banda Aceh
“Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, Bricket LK Coffee diharapkan dapat berkembang lebih pesat, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta menjadi salah satu produk unggulan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Keuchik Lamkeunung, Amiruddin Idris, mengungkap usaha briket ini akan menjadi fokus utama pihaknya pada tahun 2026.
“Rencananya, pengembangan usaha akan menggunakan dana desa, serta terbuka bagi investor yang ingin berkontribusi dalam memajukan ekonomi masyarakat Gampong Lamkeunung,” pungkasnya.
Baca juga: 37 Tahun Shalat Jumat di Dua Masjid, Kini Masyarakat Jeungki Aceh Timur Sepakat Bersatu
| Antisipasi Pelanggaran Syariat, Polisi Syariat di Aceh Besar Masifkan Patroli Malam |
|
|---|
| Warga Ultimatum Penambang Emas Ilegal Stop Seluruh Aktivitas |
|
|---|
| Viral Video Kemunculan Buaya di Krueng Sarah, Begini Penjelasan BKSDA Aceh |
|
|---|
| Sungai Krueng Aceh Keruh, Warga Jantho Ultimatum Tambang Emas Ilegal 3 Hari Wajib Berhenti |
|
|---|
| Jadi Penyebab Krueng Aceh Keruh, Warga Jantho Ultimatum Tambang Emas Ilegal 3 Hari Wajib Berhenti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tambah-Cuan_Warga-Aceh-Besar-Sulap-Ampas-Kopi-Jadi-Briket.jpg)