Sabtu, 25 April 2026

Berita Banda Aceh

Dinsos Aceh dan BPVP Teken MoU Pemberdayaan Masyarakat Aceh

Harapannya, inisiatif ini mampu melahirkan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya

Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINESS.COM/HO
Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem Yacob, S.Ag., M.Pd menyalami Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia,  Prof. Yassierli, S.T., M.T., PH.D saat kunjungan kerja ke Aceh, Kamis (29/9/2025) 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Sosial Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan proyek perubahan bertajuk “Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP)” yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem Yacob, S.Ag., M.Pd.

Sebagai bagian dari milestone jangka pendek, Dinas Sosial Aceh melaksanakan kegiatan strategis berupa penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Balai Pelatihan Vokasional Produktifitas (BPVP) Aceh pada hari Kamis, 25 September 2025, di kantor BPVP Aceh.

MoU ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya transformasi bantuan sosial konsumtif menjadi produktif.

Melalui kesepakatan tersebut, BPVP Aceh berperan memberikan pelatihan keterampilan usaha bagi penyandang disabilitas.

Sementara Dinas Sosial Aceh berperan menyediakan bantuan modal barang berupa peralatan menjahit dan peralatan pembuatan kue.

 Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan peluang usaha produktif bagi kelompok rentan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bantuan tunai.

Dinas Sosial Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan proyek perubahan bertajuk “Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP)” yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem Yacob, S.Ag., M.Pd. Sebagai bagian dari milestone jangka pendek, Dinas Sosial Aceh melaksanakan kegiatan strategis berupa penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Balai Pelatihan Vokasional Produktifitas (BPVP) Aceh pada hari Kamis, 25 September 2025, di kantor BPVP Aceh.
Dinas Sosial Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan proyek perubahan bertajuk “Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP)” yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem Yacob, S.Ag., M.Pd. Sebagai bagian dari milestone jangka pendek, Dinas Sosial Aceh melaksanakan kegiatan strategis berupa penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Balai Pelatihan Vokasional Produktifitas (BPVP) Aceh pada hari Kamis, 25 September 2025, di kantor BPVP Aceh. (SERAMBINEWS.COM/HO)

Acara penandatanganan MoU ini semakin bermakna karena dipadukan dengan kunjungan resmi Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia,  Prof. Yassierli, S.T., M.T., PH.D beserta rombongan.

Kehadiran Menteri Tenaga Kerja memberi nilai tambah yang signifikan karena memperlihatkan dukungan pemerintah pusat terhadap upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di Aceh.

Momentum ini juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor dan lintas level pemerintahan sangat penting untuk memperkuat strategi pengentasan kemiskinan.

Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Aceh yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Aceh, Restu Andi Surya. Dalam sambutannya Gubernur Aceh menyampaikan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan.

Dukungan ini dipandang krusial agar keberhasilan program UEP tidak hanya bersifat sektoral, tetapi juga menjadi bagian integral dari pembangunan daerah.

Baca juga: VIDEO Bantuan UEP Dinsos Aceh: 30 KPM di Abdya Dapatkan Modal Usaha, Bupati Safaruddin Beri Pesan

Selain pejabat pemerintah, acara tersebut juga dihadiri oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnaker & Mobduk) Aceh, perwakilan dari Sentra Darussa’adah Kemensos RI, serta stakeholder lainnya yang terlibat dalam bidang sosial dan ekonomi.

Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bukti bahwa pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja, tetapi memerlukan kerjasama dan keterlibatan multipihak.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem Yacob, yang dimintai keterangannya menekankan bahwa proyek perubahan yang digagasnya bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat miskin, khususnya penyandang disabilitas.

 Menurutnya, pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan menjahit dan pembuatan kue akan membuka peluang usaha baru yang dapat menopang kehidupan keluarga penerima manfaat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved