Rabu, 8 April 2026

Berita Banda Aceh

Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haythar Hadiri Hari Kebangsaan Malaysia

Malik Mahmud Al-Haythar menghadiri resepsi yang digelar Konsulat Jenderal Malaysia di Medan dalam rangka peringatan Hari Malaysia

Editor: mufti
IST
BINCANG - Wali Nanggroe, Malik Mahmud berbincang-bincang dengan Konsul Jeneral Malaysia di Medan, Shahril Nizam Abdul Malek di sela-sela menghadiri resepsi peringatan Hari Nasional dan Hari Malaysia Ke-68, Selasa (22/9/2025) malam. FOTO IST 

Aceh dan Malaysia bersaudara. Saya lahir di Singapura, dan suatu waktu dulu Singapura adalah Malaysia. Setelah damai saya kembali ke Aceh. Jadi Malaysia tetap menjadi bagian dari sejarah hidup saya. MALIK MAHMUD, Wali Nanggroe

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haythar menghadiri resepsi yang digelar Konsulat Jenderal Malaysia di Medan dalam rangka peringatan Hari Nasional dan Hari Malaysia ke-68, Selasa (22/9/2025) malam, di Hotel JW Marriott Medan, Sumatera Utara.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris mengatakan, acara tersebut dihadiri lebih dari 300 tamu undangan dari berbagai provinsi di Sumatra, pejabat pemerintahan, serta korps diplomatik.

Dalam kesempatan itu, Wali Nanggroe menegaskan kedekatan emosional dan sejarah antara Aceh dan Malaysia. “Aceh dan Malaysia bersaudara. Saya lahir di Singapura, dan suatu waktu dulu Singapura adalah Malaysia. Setelah damai saya kembali ke Aceh. Jadi Malaysia tetap menjadi bagian dari sejarah hidup saya, khususnya Melaka yang memiliki ikatan sejarah panjang dengan Aceh,” ujar Wali Nanggroe didampingi Staf Khusus, Dr Muhammad Raviq.

Menurut Wali Nanggroe, Melaka memiliki jejak penting dalam sejarah perjuangan, di mana banyak orang Aceh syahid ketika melawan Portugis.

Wali Nanggroe meyakini hubungan Aceh dan Malaysia akan semakin erat di masa mendatang, baik dalam bidang pendidikan, pariwisata, maupun sektor lainnya.

Sementara Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Shahril Nizam Abdul Malek, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Malaysia sebagai Ketua ASEAN terus berupaya memperkuat perdamaian dan keamanan kawasan melalui kerja sama antarnegara.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan bilateral Malaysia–Indonesia, yang kini menempatkan Indonesia sebagai mitra dagang terbesar kedua di ASEAN dan mitra dagang global terbesar ketujuh bagi Malaysia.

Di sektor pariwisata, hubungan kedua negara menunjukkan tren positif. Pada 2024, Malaysia menerima 38 juta kunjungan wisatawan mancanegara, dengan 4,1 juta di antaranya berasal dari Indonesia, termasuk dari Aceh.

Angka itu meningkat hampir 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga Juni 2025, jumlah kunjungan dari Indonesia telah mencapai lebih dari 2,1 juta wisatawan atau naik 14,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.

Indonesia tercatat sebagai pasar pariwisata terbesar kedua bagi Malaysia, sementara Malaysia menjadi pasar terbesar bagi Indonesia.(rel/ran)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved