Breaking News
Kamis, 23 April 2026

PT MPG

Dari Padang Pasir Jadi Hutan, Kisah Inspiratif Delegasi PT MPG ke China

“Yang paling mengesankan adalah bagaimana mereka memanfaatkan teknologi. Mulai dari robotik, kecerdasan buatan (AI),

Editor: IKL
FOR SERAMBINEWS.COM
Para peserta Culture Exchange foto bersama di depan Kantor pusat perusahaan listrik Tiongkok, China Datang Corporation (CDT), di Distrik Xicheng, Beijing, Tiongkok, Senin (8/9/2025). 

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - PT Meulaboh Power Generation (MPG) menjadi salah satu perusahaan energi asal Aceh yang mendapat kesempatan istimewa mengikuti program culture exchange ke China, pada 6 - 18 September 2025. 

Para peserta Culture Exchange foto bersama di depan Kantor pusat perusahaan listrik Tiongkok, China Datang Corporation (CDT), di Distrik Xicheng, Beijing, Tiongkok, Senin (8/9/2025).
Para peserta Culture Exchange foto bersama di depan Kantor pusat perusahaan listrik Tiongkok, China Datang Corporation (CDT), di Distrik Xicheng, Beijing, Tiongkok, Senin (8/9/2025). (FOR SERAMBINEWS.COM)

Kegiatan yang diinisiasi oleh induk perusahaan China Datang Group (CDT) ini mempertemukan perwakilan dari seluruh anak perusahaan CDT yang tersebar di Asia tenggara termasuk Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, hingga Kendari, serta peserta dari Uzbekistan, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

Baca juga: Overhaul Unit 4, PT MPG Jaga Keandalan Pasokan Listrik Aceh

Perjalanan Edi Susanto (50) pada awal September lalu bukanlah sekadar lawatan biasa.

Ia mewakili PT Meulaboh Power Generation (MPG) dalam kegiatan culture exchange yang digelar oleh China Datang Group (CDT).

“Yang paling mengesankan adalah bagaimana mereka memanfaatkan teknologi. Mulai dari robotik, kecerdasan buatan (AI), sampai sistem kontrol terpusat yang bisa memantau operasional pembangkit dari Beijing hingga ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia,” tutur Edi.

MPG_China
Edi Susanto dari PT Meulaboh Power Generation (MPG) saat mengunjungi Saihanba, Mongolia Dalam, China, pada September 2025. Kawasan yang dulunya padang pasir itu kini berubah menjadi hutan hijau dan pusat energi angin–surya berkapasitas 2,36 GW.

Salah satu momen yang paling membekas bagi Edi adalah kunjungan ke kawasan Saihanba di Mongolia Dalam.

Dahulu daerah itu hanyalah hamparan padang pasir.

Namun kini, berkat semangat para pekerja dan teknologi energi bersih yang terintegrasi, kawasan tersebut berubah menjadi hutan hijau sekaligus pusat pembangkit listrik tenaga angin dan surya dengan kapasitas 2,36 GW.

Edi Susanto dari PT Meulaboh Power Generation (MPG) saat mengunjungi Saihanba, Mongolia Dalam, China, pada September 2025. Kawasan yang dulunya padang pasir itu kini berubah menjadi hutan hijau dan pusat energi angin–surya berkapasitas 2,36 GW.
 (FOR SERAMBINEWS.COM)

“Mereka bisa mengubah gurun tandus jadi padang rumput, bahkan hutan baru. Itu luar biasa. Selain teknologinya, saya kagum dengan kebersihan area dan semangat kerja para pekerja di sana,” ujarnya dengan bangga.

Perjalanan Edi juga membawanya ke Tuoktuo Power Plant, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terbesar di dunia dengan kapasitas 8,73 GW.

Selain itu, ia menyaksikan langsung proses gasifikasi batu bara di Keqi Coal-Gasification Company, hingga inovasi energi surya di Tang Neng Photovoltaic Power Station yang dibangun di tengah gurun sebagai proyek penghijauan.

Edi Susanto dari PT Meulaboh Power Generation (MPG) saat mengunjungi Saihanba, Mongolia Dalam, China, pada September 2025. Kawasan yang dulunya padang pasir itu kini berubah menjadi hutan hijau dan pusat energi angin–surya berkapasitas 2,36 GW.
Edi Susanto dari PT Meulaboh Power Generation (MPG) saat mengunjungi Saihanba, Mongolia Dalam, China, pada September 2025. Kawasan yang dulunya padang pasir itu kini berubah menjadi hutan hijau dan pusat energi angin–surya berkapasitas 2,36 GW. (FOR SERAMBINEWS.COM)

“Semua prosesnya ramah lingkungan dan setiap produk sampingannya dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Inilah yang patut kita tiru, bagaimana mereka menggabungkan efisiensi kerja dengan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Edi.

Dari Desa ke Dunia Internasional

Perjalanan Edi ke China seakan mengulang kembali kisah panjang perjuangannya.

Sejak kecil, ia sudah terbiasa hidup jauh dari orang tua.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved