Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Besar

Deteksi Dini Konflik Agama, Kemenag Aceh Besar Canangkan EWS di KUA

Sebagai upaya melakukan deteksi dini konflik keagamaan, Kemenag Aceh Besar canangkan Early Warning System (EWS) di Kantor Urusan Agama (KUA)

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/HO
LAKUKAN DESIMINASI - Kemenag Aceh Besar melakukan desiminsi dan pencanang EWS pada lembaga KUA, Rabu (1/10/2025). Diseminasi itu digelar di Aula Kantor Camat Ingin Jaya, Aceh Besar. 

Laporan Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Sebagai upaya melakukan deteksi dini konflik keagamaan, Kemenag Aceh Besar canangkan Early Warning System (EWS) di Kantor Urusan Agama (KUA). 

Hal itu dikatakan Kepala Kemenag Aceh Besar, H Saifuddin saat diseminasi dan pencanangan EWS di Aula Kantor Camat Ingin Jaya, Rabu (1/10/2025).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari Kepala KUA/penghulu, penyuluh agama dan tenaga teknis KUA.

Dikatakan Saifuddin, program EWS merupakan inovasi Kementerian Agama untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial keagamaan. 

Nantinya, EWS bukan hanya sebatas kesiapsiagaan bencana alam, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam menyikapi dan menyelesaikan berbagai konflik sosial.

"KUA sebagai lembaga terdepan memiliki instrumen strategis melalui tenaga penyuluh agama dan penghulu yang langsung berinteraksi dengan masyarakat,” katanya.

Baca juga: Kemenag Aceh Lepas Keberangkatan Kafilah Aceh MQK Internasional ke Sulawesi Selatan

Ia berharap EWS dapat memperkuat peran KUA dalam menjaga kerukunan umat beragama di tingkat akar rumput.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar, H. Khalid Wardana, mengatakan, diseminasi EWS ini bertujuan memperkuat kapasitas KUA sebagai garda terdepan dalam mencegah potensi konflik berdimensi keagamaan.

Implementasi EWS di KUA diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis data dan teknologi informasi.

 "Ke depan, Kemenag Aceh Besar akan mempercepat penerapan EWS dengan peningkatan SDM serta menggelar berbagai simulasi penyelesaian masalah,” ungkapnya.

Memetakan potensi konflik

Menurutnya, ada tiga komponen penting yang mendukung pelaksanaan EWS di KUA, meliputi penguatan organisasi beserta fungsi jejaring pelayanan keagamaan, pemberdayaan SDM penghulu dan penyuluh agama sebagai faktor strategis, serta penataan sistem kerja KUA yang relevan dengan kebutuhan pencegahan konflik.

"EWS ini nanti deteksi dini melalui pengumpulan data dan informasi untuk memetakan potensi konflik, serta cegah dini melalui bimbingan, pembinaan, edukasi, hingga musyawarah dan dialog di tengah masyarakat," pungkasnya.

Baca juga: Air Mata Juru Parkir Nek Rumisah Dipanggil ke Tanah Suci Melalui Hadiah Umrah PT Mifa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved