Senin, 4 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Layanan Perizinan Aceh Lumpuh, Puluhan Perangkat Rusak Akibat Listrik Hidup-Mati

Aktivitas pelayanan perizinan dan investasi di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh lumpuh total

Tayang:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI KAMIS 20251002 

Menurutnya, pemadaman listrik juga berdampak besar pada aktivitas di rumah. Ia menyebut ibunya kesulitan memasak karena bahan makanan di kulkas mulai membusuk. “Tadi pagi ibu saya terpaksa buang ikan, tomat, cabai, dan bumbu dapur lainnya akibat sudah mulai membusuk. Kami juga harus membeli sarapan di luar,” ujarnya.

Minta PLN beri kompensasi 

Rombongan Komisi III DPRA melakukan inspeksi ke kantor Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) PLN Aceh di Merduati, Banda Aceh, Rabu (1/10/2025). Kunjungan tersebut bertujuan meminta pertanggungjawaban atas gangguan listrik yang telah meresahkan masyarakat.

Ketua Komisi III DPRA, Aisyah Ismail, yang akrab disapa Kak Iin, menegaskan bahwa PLN harus segera memperbaiki layanan agar masyarakat tidak terus dirugikan. “Banyak masyarakat menghubungi kami, ada yang AC rusak, usaha kecil terhenti, bahkan bank tidak bisa beroperasi. Kami minta kompensasi kepada PLN dan hasil investigasinya dipublikasikan ke publik,” tegas Kak Iin.

Politikus Partai Aceh itu juga mendesak agar PLN menyiapkan solusi cadangan jika gangguan serupa terjadi lagi, serta mendorong agar Aceh tidak lagi bergantung pada pasokan listrik dari Sumatera Utara.

“Dan harus ada solusi ke depan agar Aceh tidak perlu lagi ketergantungan listrik ke Sumut, karena pasokan kita surplus,” ujarnya.

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai NasDem, Nurchalis, turut menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah PLN, terutama soal konektivitas jaringan listrik di Aceh yang dinilai belum terintegrasi dengan baik. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menghambat upaya Pemerintah Aceh dalam menarik investasi.

“Kalau tidak dibenahi, cita-cita menghadirkan investasi ke Aceh bisa buyar meskipun kita punya cadangan energi 399 megawatt. PLTU 1, 2, dan 3 juga harus diperhatikan agar tidak sering bermasalah,” ujarnya.

“Kami minta harus dievaluasi dengan profesionalisme dalam pengelolaannya. Dan kami meminta kepada PLN untuk benar-benar menjaga arus, apalagi bentar lagi Ramadhan. Jadi Ramadhan ini kita sangat atensi,” lanjutnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Komisi III, Hadi Surya, menekankan pentingnya investigasi mendalam yang dilakukan secara transparan agar masyarakat mengetahui penyebab gangguan kelistrikan yang telah berlangsung berhari-hari. “Kalau errornya mesin kita maklumi, kalau errornya karena manusia harus kita evaluasi, kita minta diganti atau dicopot (manajer yang bersangkutan),” tegasnya.

Ia juga meminta PLN melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan berkala terhadap seluruh pembangkit listrik di Aceh. “Sehingga tidak terjadi trouble (masalah) secara berbarengan lagi seperti ini,” ungkapnya.Dalam kunjungan tersebut, turut hadir anggota Komisi III lainnya, yakni Eddi Shadiqin, Hasballah, dan Armiadi.(iw/ra/m/hd)

 

Dampak Matinya Listrik di Aceh 

- Puluhan perangkat di Kantor DPMPTSP Aceh rusak, yakni 50 komputer, 10 printer, 5 AC sentral, 1 lift, 5 TV digital.

- Sistem digital tidak berfungsi, verifikasi dokumen terhenti.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved