Minggu, 12 April 2026

Berita Aceh Utara

Tiga Murid SD di Matangkuli Tumbang Usai Makan MBG, Ini Penjelasan SPPG

kebutuhan bahan makanan diperoleh dari kawasan Matangkuli, sebagian dari Lhoksukon, dan terkadang dipasok oleh UMKM

Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
JENGUK PASIEN - Humas RSUCM Aceh Utara, dr Hary Laksamana menjenguk murid SD asal Matangkuli, Aceh Utara yang muntah-muntah hingga mencret usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Makanan Bergizi Gratis (MGB) yang didistribusikan ke sekolah di Kecamatan Matangkuli termasuk SDN 6 bersumber dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Trieng Mandiri Bersama, yang berada di kawasan Desa Teupin Keubeu Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

SPPG tersebut sudah mulai beroperasi pada 15 September 2025. 

Namun, pihak Yayasan mengaku belum mengetahui penyebab tiga murid SDN 6 di Matangkuli tumbang setelah menyantap MBG pada Senin (29/9/2025).

Kepala SPPG Matangkuli, Teuku Muhammad Saiful kepada Serambinews.com, Jumat (3/10/2025) menyebutkan pelayanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan sejak 15 September 2025 di kawasan Matangkuli, Aceh Utara.

Saiful menjelaskan, SPPG miliknya untuk program MBG melayani 15 sekolah mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP, bahkan SMA dengan jumlah murid bervariasi

“Ya jumlah muridnya sekitar 150 sampai 300 murid, tergantung sekolahnya. Tapi ada juga SMA yang jumlah siswanya mencapai 561 orang,” katanya.

Baca juga: Dinkes Aceh Utara : Murid Tumbang Usai Santap Menu MBG Baru Terjadi di Matangkuli

Menurutnya, kebutuhan bahan makanan diperoleh dari kawasan Matangkuli, sebagian dari Lhoksukon, dan terkadang dipasok oleh UMKM.

Semua bahan disimpan di gudang khusus sebelum diolah. “Kita memastikan bahan-bahan yang dipilih itu bagus dan pasti higienis,” tegas Saiful.

Ia menambahkan, proses distribusi makanan ke sekolah relatif singkat, rata-rata hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

Saat ini, Matangkuli baru memiliki satu unit SPPG aktif, sementara dua unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.

“Belum ada rencana penambahan sekolah atau murid, karena nantinya akan ditangani juga oleh SPPG lain,” jelasnya.

Baca juga: Murid di Aceh Utara Tumbang Usai Santap MBG, Dinkes Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Sampel Makanan

Disebutkan Saiful, petugas yang memasakan MBG tersebut sudah sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disyaratkan.  “Dapur kita sudah sesuai SOP,” ujar Saiful.  

Namun, terkait insiden tiga murid SD Negeri 6 Matangkuli yang dilaporkan tumbang setelah menyantap MBG pada Senin (29/9/2025), Saiful mengaku pihaknya belum dapat memastikan penyebabnya.

“Belum tahu penyebabnya, kami masih menunggu hasil laboratorium dari rumah sakit,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga murid SDN 6 Matangkuli sempat dilarikan ke Puskesmas setempat setelah mengonsumsi menu MBG sekitar pukul 10.00 WIB. 

Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan faktor penyebab kejadian tersebut.(*) 

Baca juga: Tiga Murid SD di Aceh Utara Muntah dan Mencret Usai Santap Menu MBG

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved