Jumat, 10 April 2026

Berita Pidie

Santriwati Dayah Al-Furqan Bambi, Pidie Dilatih Menjahit

“Santriwati kami sangat produktif. Mereka tekun berlatih dan kini sudah mampu menghasilkan karya yang layak jual,” ujar Tgk Ramzi.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
SANTRIWATI DILATIH MENJAHIT - Santriwati Dayah Al-Furqan Bambi, Kabupaten Pidie memperlihatkan pakaian hasil jahitan mereka, Kamis (2/10/2025). 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Semangat kewirausahaan kini tumbuh subur di lingkungan Dayah Al-Furqan Bambi, Kabupaten Pidie.

Para santriwati di dayah tersebut tengah giat mengikuti pelatihan menjahit yang digagas oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia, bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Serambi Mekkah (USM).

Program pelatihan yang berlangsung sejak beberapa waktu lalu ini telah memberikan dampak nyata.

Para santriwati yang tergabung dalam kelompok wirausaha menjahit kini menunjukkan produktivitas tinggi dalam menghasilkan berbagai produk sandang, seperti blus dan seragam batik.

“Santriwati kami sangat produktif. Mereka tekun berlatih dan kini sudah mampu menghasilkan karya yang layak jual,” ujar Tgk Ramzi, SPdI, MPd, Sekretaris Dayah Al-Furqan Bambi saat ditemui Serambinews.com pada Kamis (2/10/2025).

Menurut Tgk Ramzi, keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan intensif yang dilakukan oleh para tutor profesional yang disediakan melalui program hibah DPPM Kemendikbudristek RI.

Baca juga: 378 Peserta Semarakkan Aneka Lomba di Dayah Al-Furqan Pidie, Peraih Juara Bebas Tes Masuk

Para santriwati tidak hanya dilatih keterampilan teknis menjahit, tetapi juga dibekali dengan pengetahuan dasar wirausaha agar mampu mengelola usaha secara mandiri.

Ustazah Firdila, salah satu pembina koperasi dayah menyebutkan, bahwa beberapa santriwati telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menjahit.

Di antaranya adalah Dhiya An-Najla, Afifah Afra, dan Nadhiratul Wirda, yang kini menjadi anggota inti kelompok wirausaha menjahit.

“Produk mereka sudah memiliki kualitas yang baik. Kami bangga dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, terutama DPPM dan LPPM USM,” ungkap Ustazah Firdila.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas hibah berupa mesin jahit listrik, bahan kain, serta kehadiran tutor yang sangat membantu proses pelatihan.

Baca juga: Temu Komunitas Talenta Ekraf, Aceh dan Modest Fashion, Saatnya Menjahit Mimpi Jadi Kenyataan

Pemasaran Digital

Sementara itu, Ketua Koperasi Dayah Al-Furqan, Tgk Mahdi, SAg berharap, agar program ini tidak berhenti sampai di situ.

Ia menginginkan adanya kelanjutan program pelatihan serta dukungan dari para pemodal untuk mengembangkan usaha para santriwati.

“Kami juga sedang membina tim koperasi agar mampu memasarkan produk secara digital, tidak hanya melalui metode manual,” terang Tgk Mahdi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved