Selasa, 5 Mei 2026

Aceh Besar

Nilam Aceh Ternyata Jadi Bahan Baku Parfum Chanel, Petani Masih Hadapi Tantangan Harga  

Faisal menyebut, kebun binaan Bank Syariah Indonesia (BSI) itu memiliki luas 20 hektare dengan produksi minyak nilam 100–150 kilogram per hektare.

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/HO    
MELIHAT PEMBUATAN MINYAK NILAM – Wagub Fadhlullah bersama Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah, beserta rombongan melihat proses pembuatan minyak nilam milik Koperasi Nilam Lhoong Aceh Sejahtera (Nilas), di Gampong Umong Seuribee, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Sabtu (4/10/2025) 

Faisal menyebut, kebun binaan Bank Syariah Indonesia (BSI) itu memiliki luas 20 hektare dengan produksi minyak nilam 100–150 kilogram per hektare.

Laporan Rianza Alfandi | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, KOTA JANTHOPetani nilam asal Gampong Umong Seuribee, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, mengungkapkan keresahan mereka akan harga minyak nilam yang tidak menentu dan bahkan kini anjlok ke Rp700 ribu per kilogram.

Ketua Koperasi Nilam Lhoong Aceh Sejahtera (Nilas), Faisal, mengatakan harga tersebut nyaris tak memberi untung bagi petani setelah enam bulan merawat tanaman.

"Harga saat ini lagi turun di Rp700 ribu, bila harga segini petani hanya mendapatkan untung sangat sedikit setelah menanam dan merawat tanaman selama enam bulan," kata Faisal.

Baca juga: Berkunjung ke Kedubes Denmark, Wagub Perkenalkan Potensi Migas, Kopi hingga Nilam Aceh

Hal ini diungkap Faisal saat Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah bersama Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah, jajaran OJK, dan pimpinan perbankan mengunjungi kebun nilam kelompok tani Nilas dalam rangka touring sepeda motor dari Banda Aceh ke Puncak Gunung Gurutee, Sabtu, (4/10/2025). 

Faisal menyebut, kebun binaan Bank Syariah Indonesia (BSI) itu memiliki luas 20 hektare dengan produksi minyak nilam 100–150 kilogram per hektare.

Minyak dijual ke PT U Green Banda Aceh, lalu diekspor ke Prancis untuk diolah menjadi parfum, termasuk merek Chanel.

"Per hektar menghabiskan modal dana sekitar Rp40-50 juta," kata Faisal. 

Faisal berharap pemerintah dapat mencari solusi agar harga tidak dipermainkan, sekaligus menetapkan harga minimal Rp1 juta per kilogram di tingkat petani.

Menanggapi hal itu, Wagub Fadhlullah, berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar minyak nilam Aceh bisa ditetapkan harga standar minimal yang tidak merugikan petani saat lagi kondisi apapun. 

"Salah satu nilam terbaik dunia adalah di Aceh, saya harap bapak terus berjuang dan semangat menanam nilam, jangan berhenti saat kondisi seperti ini, kami akan mencari solusinya," katanya.

Selain itu, Fadhlullah menyinggung program 80 ribu koperasi desa merah putih yang digagas Presiden Prabowo sebagai solusi pemasaran hasil pertanian dengan harga lebih stabil. 

Kopdes, kata Fadhlullah, akan menampung produk pertanian petani dengan standar harga yang sama di seluruh Kopdes merah putih  yang ada di seluruh Indonesia. 

Lebih lanjut, Fadhlullah juga mendorong petani memanfaatkan pembiayaan perbankan kepada para petani yang membutuhkan modal. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved