Aceh Besar
Nilam Aceh Ternyata Jadi Bahan Baku Parfum Chanel, Petani Masih Hadapi Tantangan Harga
Faisal menyebut, kebun binaan Bank Syariah Indonesia (BSI) itu memiliki luas 20 hektare dengan produksi minyak nilam 100–150 kilogram per hektare.
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Faisal menyebut, kebun binaan Bank Syariah Indonesia (BSI) itu memiliki luas 20 hektare dengan produksi minyak nilam 100–150 kilogram per hektare.
Laporan Rianza Alfandi | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, KOTA JANTHO — Petani nilam asal Gampong Umong Seuribee, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, mengungkapkan keresahan mereka akan harga minyak nilam yang tidak menentu dan bahkan kini anjlok ke Rp700 ribu per kilogram.
Ketua Koperasi Nilam Lhoong Aceh Sejahtera (Nilas), Faisal, mengatakan harga tersebut nyaris tak memberi untung bagi petani setelah enam bulan merawat tanaman.
"Harga saat ini lagi turun di Rp700 ribu, bila harga segini petani hanya mendapatkan untung sangat sedikit setelah menanam dan merawat tanaman selama enam bulan," kata Faisal.
Baca juga: Berkunjung ke Kedubes Denmark, Wagub Perkenalkan Potensi Migas, Kopi hingga Nilam Aceh
Hal ini diungkap Faisal saat Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah bersama Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah, jajaran OJK, dan pimpinan perbankan mengunjungi kebun nilam kelompok tani Nilas dalam rangka touring sepeda motor dari Banda Aceh ke Puncak Gunung Gurutee, Sabtu, (4/10/2025).
Faisal menyebut, kebun binaan Bank Syariah Indonesia (BSI) itu memiliki luas 20 hektare dengan produksi minyak nilam 100–150 kilogram per hektare.
Minyak dijual ke PT U Green Banda Aceh, lalu diekspor ke Prancis untuk diolah menjadi parfum, termasuk merek Chanel.
"Per hektar menghabiskan modal dana sekitar Rp40-50 juta," kata Faisal.
Faisal berharap pemerintah dapat mencari solusi agar harga tidak dipermainkan, sekaligus menetapkan harga minimal Rp1 juta per kilogram di tingkat petani.
Menanggapi hal itu, Wagub Fadhlullah, berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar minyak nilam Aceh bisa ditetapkan harga standar minimal yang tidak merugikan petani saat lagi kondisi apapun.
"Salah satu nilam terbaik dunia adalah di Aceh, saya harap bapak terus berjuang dan semangat menanam nilam, jangan berhenti saat kondisi seperti ini, kami akan mencari solusinya," katanya.
Selain itu, Fadhlullah menyinggung program 80 ribu koperasi desa merah putih yang digagas Presiden Prabowo sebagai solusi pemasaran hasil pertanian dengan harga lebih stabil.
Kopdes, kata Fadhlullah, akan menampung produk pertanian petani dengan standar harga yang sama di seluruh Kopdes merah putih yang ada di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut, Fadhlullah juga mendorong petani memanfaatkan pembiayaan perbankan kepada para petani yang membutuhkan modal.
| Ramai Aksi Pembobolan, Polisi Tangani Kasus Pencurian di Baitussalam Aceh Besar |
|
|---|
| 2 Siswa SMA Modal Bangsa Aceh Lulus Seleksi Anggota Paskibraka Tingkat Kabupaten, Siap ke Provinsi |
|
|---|
| Gampong di Aceh Besar Diminta Segera Siapkan Penjaringan Tuha Peut, Ini Alasannya |
|
|---|
| Kemenag Aceh Besar dan Disdukcapil Tandatangani Kerja Sama Layanan Nikah |
|
|---|
| MTs Samudera Pasai Madani Raih Juara Umum Porseni IV se-Aceh Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Nilam-abes.jpg)