Berita Aceh Tamiang
Meski Harga Mulai Stabil, Daya Beli Warga Aceh Tamiang Masih Lemah
Meski demikian, pelaku pasar menyebut daya beli masyarakat masih menurun, menandakan lemahnya sentimen ekonomi di tingkat rumah tangga.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Mursal Ismail
Meski demikian, pelaku pasar menyebut daya beli masyarakat masih menurun, menandakan lemahnya sentimen ekonomi di tingkat rumah tangga.
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, ACEH TAMIANG - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Aceh Tamiang mulai stabil menjelang memasuki kuartal keempat 2025.
Meski demikian, pelaku pasar menyebut daya beli masyarakat masih menurun, menandakan lemahnya sentimen ekonomi di tingkat rumah tangga.
Di kawasan Pasar Kota Kualasimpang, para pedagang menyebut harga kebutuhan pokok kini relatif stabil setelah sempat berfluktuasi sejak Agustus lalu.
Wali, pedagang bahan pokok yang telah berjualan lebih dari satu dekade, mengatakan sebagian besar harga kebutuhan rumah tangga kini mulai tenang.
Dirincinya harga beras premium ukuran 15 kilogram sudah turun menjadi Rp220.000, minyak curah Rp16.000 per kilogram, gula pasir Rp17.000, tepung terigu Rp8.000, dan telur ayam ras Rp51.000 per papan.
“Kalau telur ayam sebenarnya sempat turun seribu rupiah per papan. Biasanya harga turun disebabkan distribusi dari Sumatera Utara lancar,” ungkapnya.
Baca juga: Turun Naik, Harga Emas di Akhir Pekan Ini Ditutup Rp6,8 Juta Per Mayam
Wali menilai, meskipun saat ini bertepatan dengan waktu gajian bagi sebagian besar pekerja, perputaran uang di pasar belum pulih sepenuhnya.
“Biasanya kalau tanggal muda ramai, tapi sekarang agak sepi juga. Pembeli datang, tapi jumlah belanja mereka lebih sedikit,” tambahnya.
Kondisi tersebut menggambarkan konsumsi rumah tangga yang melemah di tengah ekonomi nasional yang masih berjuang pulih dari tekanan global.
Harga energi dan pangan dunia yang berfluktuasi sepanjang 2025 turut memengaruhi biaya logistik di daerah-daerah, termasuk Aceh Tamiang.
Khairul, pedagang cabai di pasar yang sama, mengonfirmasi tren serupa. Ia menyebut bahwa meskipun harga beberapa komoditas pertanian mulai turun, permintaan belum beranjak naik.
“Sekarang orang beli secukupnya saja, bukan karena harga mahal, tapi karena mereka berhitung untuk pengeluaran lain,” ujarnya.
Baca juga: VIDEO - Kendaraan Milik Perusahaan di Aceh Tamiang Didominasi BK
Para pedagang berharap situasi ekonomi akan membaik menjelang akhir tahun, seiring meningkatnya belanja masyarakat pada periode liburan dan maulid.
“Harapannya ekonomi bisa kembali stabil, biar perputaran uang di pasar hidup lagi,” tutur Wali menutup percakapan.
Hingga Minggu sore, kondisi pasar di Kualasimpang terpantau tenang tanpa lonjakan harga signifikan.
Namun, para pelaku usaha tetap waspada terhadap potensi kenaikan biaya distribusi jika cuaca ekstrem melanda pada bulan-bulan mendatang. (*)
| Sudah 24 Jam, Kebakaran Tumpukan Kayu Bekas Banjir di Aceh Tamiang Belum Padam |
|
|---|
| Fenomena Pelajar Bawa Kendaraan, Orang Tua Dianjurkan Antar Anak ke Sekolah |
|
|---|
| Tujuh Kasus Laka Lantas Melibatkan Pelajar Terjadi di Triwulan I 2026 |
|
|---|
| Psikolog Sorot Maraknya Anak di Bawah Umur Bawa Motor ke Sekolah, Ini Dampaknya |
|
|---|
| Fenomena Pelajar di Aceh Tamiang Bawa Sepeda Motor ke Sekolah, Satlantas Siapkan Regulasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pasar-tamiang-05102025.jpg)