Berita Aceh Tamiang
Ikan Bakar Asam Pedas di Taman Asri Jadi Buruan Warga Aceh Tamiang
Setiap harinya, gadis muda lulusan dayah ini tampak lincah mengulek sambal asam pedas, sementara aroma ikan bakar dari bara arang menggoda setiap
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Mursal Ismail
Setiap harinya, gadis muda lulusan dayah ini tampak lincah mengulek sambal asam pedas, sementara aroma ikan bakar dari bara arang menggoda setiap pengunjung yang datang.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kawasan Pusat Jajanan Taman Asri, Kampung Kesehatan, Kecamatan Karangbaru yang baru beroperasi tiga bulan sudah menjelma menjadi spot kuliner baru yang digemari warga.
Sejak diresmikan Datok Penghulu Kampung Kesehatan, Syariful Alam pada pada 25 Juli 2025 lalu, taman ini sudah dipenuhi lapak jajanan yang selalu dipenuhi pengunjung.
Salah satu kios yang tak pernah sepi ialah ikan bakar yang dikelola Syifa.
Setiap harinya, gadis muda lulusan dayah ini tampak lincah mengulek sambal asam pedas, sementara aroma ikan bakar dari bara arang menggoda setiap pengunjung yang datang.
“Di sini ada ikan bawal, kuwe rombe atau ikan rambeu, kerapu, kakap merah, jenaha, tenggiri, udang, cumi sampai lobster,” kata Syifa saat ditemui di kedainya, Minggu (12/10/2025).
Harga yang ditawarkan juga ramah di kantong. Ikan seperti bawal, rambeu, atau jenaha dijual Rp10 ribu per ons, sudah siap saji, sementara cumi Rp15 ribu per ons, bisa dimasak sesuai selera.
Baca juga: VIDEO - Tiktoker Pacitan Klarifikasi dan Minta Maaf usai Sebar Hoaks Mahar Cek 3 Miliar Palsu
“Cumi bisa dimasak tumis, digoreng tepung, atau dibakar, tergantung permintaan pelanggan,” paparnya.
Selama tiga bulan membuka usaha ini, Syifa menuturkan makanan yang paling laris merupakan ikan jenaha, bawal, tenggiri, udang dan cumi.
Meski terbilang baru buka, penjualan ikan bakar Syifa terbilang menjanjikan. Dalam sehari, ia bisa menjual 5 hingga 10 kilogram ikan segar.
“Alhamdulillah, omzet sebulan bisa sampai lima juta rupiah. Dulu waktu awal buka belum segitu, tapi makin ke sini pengunjung makin ramai,” tambahnya.
Menurut Syifa, rahasia kenikmatan ikan bakarnya ada pada sambal asam pedas racikan sendiri.
“Sambalnya itu khas, bumbu asamnya bikin segar dan pas banget sama ikan bakar. Banyak pelanggan bilang sambalnya yang bikin nagih,” tuturnya.
Baca juga: Nelayan Desak Bobby Minta Maaf, Buntut Tertangkapnya Kapal Illegal Fishing Asal Sumut di Singkil
Warung ikan bakar milik Syifa buka setiap hari mulai pukul 10 pagi sampai 11 malam, dan bisa lebih lama kalau malam minggu.
“Kalau ramai, kadang tutup jam 12 malam. Yang penting pelanggan puas,” ujarnya.
Sementara itu, Diana, salah satu pengunjung yang datang bersama keluarganya, mengaku sudah jadi pelanggan tetap.
“Kami orang sini juga, tapi baru di sini nemu ikan bakar seenak ini. Rasanya khas, sambalnya mantul. Ini udah ketiga kalinya kami makan ke sini,” kata Diana. (*)
| 163 KK Warga Lubuksidup Aceh Tamiang Pindah ke Huntara, Begini Prosesnya |
|
|---|
| Bupati Usul 40 Ribu KK Dapat Bansos ke Mensos |
|
|---|
| Aceh Tamiang Kembali Ajukan Usulan Bantuan Bansos 40.515 Keluarga |
|
|---|
| CRS Inisiasi Kolaborasi Relawan Pulihkan Pamsimas di Pematangdurian |
|
|---|
| Banjir Bandang Aceh Tamiang Rusak 3.435,5 Hektare Tambak, Butuh Rp 500 Miliar untuk Pemulihan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ikan-bakar-syifa.jpg)