Breaking News
Jumat, 10 April 2026

Pidie

Ketua KONI Pidie Sesalkan Insiden Banting Tropi, Malam Terakhir Even Piala Bupati

Di sisi lain, Ketua KONI Pidie Muhammad menjelaskan, sebetulnya skill cara bermaian klub CST Ulim dinilai apik dan bagus memiliki potensi bermain.

Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/HO    
Ketua KONI Pidie, Muhammad SPdI saat memberikan sambutan pada malam terakhir seusai penyerahan piala Bupati Pidie yang diikuti 16 klub seluruh Aceh, Senin (13/10/2025). 

Di sisi lain, Ketua KONI Pidie Muhammad menjelaskan, sebetulnya skill cara bermaian klub CST Ulim dinilai apik dan bagus memiliki potensi bermain.

SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pidie, Muhammad SPdI menyesalkan adanya insiden membanting tropi di malam terakhir even olahraga piala Bupati Pidie di Lapangan Blangpaseh, Kota Sigli, Pidie.

“Kami sangat menyesalkan, kalah dan menang biasa dalam sebuah pertandingan. Kami kecewa Tindakan ini dilakukan di hadapan sejumlah pejabat dan juga penonton,” ujar Ketua KONI Pidie, Muhammad, Rabu (14/10/2025).

Diketahui, sebelumnya suasana malam terakhir even olahraga di Lapangan Blang Paseh, Sigli, Pidie menjadi perbincangan di kalangan masyarakat khususnya di Kabupaten Pidie, Selasa (14/10/2025).

Laga final Piala Bupati Pidie 2025 di Stadion Blang Paseh, Kota Sigli,Kabupaten Pidie, Senin malam (13/10/2025), diwarnai insiden memalukan. Ada banting tropi usai diterima di lapangan tersebut.

Tim CST Ulim, Pidie Jaya membanting tropi juara dua usai kalah 2–1 dari Mutiara Raya Beureuneun. 

Mereka juga meminta kembali hadiah pembinaan Rp 40 juta.

Di sisi lain, Ketua KONI Pidie Muhammad menjelaskan, sebetulnya skill cara bermaian klub CST Ulim dinilai apik dan bagus memiliki potensi bermain.

Dan selama jalannya pertandingan tim ini maupun tim lainnya selama bertanding berlangsung dengan baik.

Aksi tersebut banting tropi ini dinilai memalukan dan disesalkan sontak membuat ribuan penonton dan pejabat yang hadir terdiam. 

Sejumlah tokoh daerah seperti Sarjani Abdullah, Alzaizi Umar, dan Hasan Basri menyaksikan langsung insiden memalukan itu.

 “Kami sangat menyesalkan. Tim CST Ulim punya pemain bagus. Tapi ofisialnya tidak siap kalah. Ini bukan sikap yang pantas dalam olahraga,” ujar Ketua KONI Pidie, Muhammad Spd.I.

Desakan Laporan ke PSSI Aceh

Publik sepak bola Pidie kini menuntut Panitia Pelaksana dan KONI segera melaporkan kejadian ini ke Komisi Disiplin PSSI Aceh. 

Jika terbukti bersalah, tim tersebut terancam sanksi berat, mulai dari denda hingga larangan tampil di berbagai turnamen daerah.

Meski kalah, CST Ulim tetap menerima hadiah pembinaan sebesar Rp 40 juta. Namun tindakan ofisial mereka menuai kecaman luas dan mencoreng semangat sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam dunia olahraga.

Minta diblacklist

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved