Senin, 18 Mei 2026

Berita Aceh Barat

Akses Jalan Putus Diterjang Banjir, Bupati Aceh Barat Tinjau Langsung Lokasi Terdampak

Hujan deras disertai angin kencang di Aceh Barat sejak Sabtu sore (17/10/2025), mengakibatkan putusnya badan jalan di ruas RGM, Desa

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Kondisi badan RGM di Ranto Panyang Timur, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat yang putus akibat di terjang banjir, Sabtu (18/10/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat 

SERAMBINEWS.COM, ACEH BARAT - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat sejak Sabtu sore (17/10/2025), mengakibatkan putusnya badan jalan di ruas RGM, Desa Rantau Panyang Timur, Kecamatan Meureubo. 

Jalan tersebut merupakan akses vital yang digunakan ribuan warga, khususnya penghuni Kompleks Perumahan Mahoni dan Perumahan Nelayan.

Putusnya badan jalan membuat masyarakat harus menempuh jalur alternatif melalui Jalan Keramat untuk menuju pusat kecamatan dan ibu kota kabupaten, dengan jarak tempuh yang lebih jauh dari biasanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM, turun langsung ke lokasi pada Sabtu (18/10/2025) untuk meninjau dampak kerusakan.

 Ia menyampaikan bahwa dua titik akses sempat terputus akibat rusaknya struktur box culvert yang sebelumnya telah mengalami keretakan sejak dua tahun lalu.

“Hari ini kita kerjakan secara darurat menggunakan pohon kelapa agar warga bisa melintas. Ada dua titik dan akan ditangani bersamaan,” ujar Bupati Tarmizi di lokasi.

Baca juga: Gerai Samsat Kini Hadir di MPP Aceh Barat, Layani Pembayaran Pajak hingga STNK

Untuk mendukung penanganan lapangan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga telah mengerahkan alat berat. 

Tarmizi memastikan bahwa penanganan permanen akan dimulai pada akhir Oktober 2025 melalui pembangunan ulang badan jalan serta perbaikan struktur penunjang.

Selain fokus pada perbaikan jalan, Pemkab Aceh Barat juga melakukan langkah cepat untuk menangani genangan dan banjir di sejumlah wilayah kota. 

Upaya darurat mencakup pendataan serta normalisasi saluran drainase di beberapa titik rawan seperti kawasan Lueng Aneuk Aye, depan Kantor DPRK (Simpang Pelor), hingga Lobang Prioperi.

“Pengerjaan ini meliputi pembersihan sampah, perbaikan saluran, dan edukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. 

Ini juga bagian dari persiapan Aceh Barat menuju target Adipura,” tambah Tarmizi.

Baca juga: 35 Juta Keluarga akan Terima Uang Rp 300 Ribu Per Bulan, Mulai Cair Bulan Ini

Untuk solusi jangka panjang pengendalian banjir, pemerintah daerah tengah memperjuangkan pembangunan breakwater atau kolam retensi di kawasan Suak Ujong Kalak melalui Kementerian PUPR. 

Proyek tersebut diajukan dengan pagu anggaran sebesar Rp50 miliar.

Upaya memperkuat konektivitas

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved