Minggu, 12 April 2026

Insiden Tanjakan Kedabuhan

Tanjakan Kedabuhan Subulussalam Kembali Telan Korban, BPJN Aceh Diminta Segera Bertindak

Dua truk barang kembali terjun ke jurang di kawasan Gunung Kedabuhan, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/KOLASE
TRUK MASUK JURANG – Dua unit truk barang jatuh di titik yang sama di tanjakan Gunung Kedabuhan, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh. Inisiden terjadi pada Minggu pagi (19/10/2025) dan Senin (20/10/2025) pagi. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dua truk barang kembali terjun ke jurang di kawasan Gunung Kedabuhan, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, Minggu (19/10/2025) dan Senin (20/10/2025).

Insiden tersebut terjadi di titik yang sama. Bahkan, truk yang terjatuh pada Senin pagi menimpa truk yang jatuh sebelumnya.

Dua kecelakaan tunggal tersebut diduga terjadi karena patahnya as kendaraan saat menaiki tanjakan Kedabuhan yang jalannya bergelombang. Akibatnya, para sopir dan kernet dari kedua mobil tersebut mengalami luka serius.

“3/4 dari tanjakan Kedabuhan itu ada gundukan atau gelembungan aspal yang sudah lama tidak diperbaiki. Di situlah truk sering patah as, lalu truk mundur melaju tidak terkendali dan akhirnya jatuh ke jurang,” kata Wakil Ketua Presidium Persaudaraan Barat Selatan Aceh (PBSA), Fadhli Ali, kepada Serambinews.com, Selasa (21/10/2025).

Fadhli mengaku, dirinya hampir setiap hari menerima keluhan para sopir di kawasan Barsela terkait kondisi jalan bergelombang di tanjakan Kedabuhan tersebut.

Menurutnya, kondisi jalan seperti itu sudah berlangsung selama berbulan-bulan dan sudah memakan banyak korban, terutama sopir truk.

“Apakah sampai menungu lebih banyak korban kenderaan dan jiwa manusia baru diperbaiki?,” ucapnya.

Baca juga: Tak Kunjung Diperbaiki, Tanjakan Singgersing dan Kedabuhan di Subulussalam Jadi Kuburan Kendaraan

Untuk itu, Fadhli Ali berharap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bertanggung jawab akan kondisi jalan di tanjakan Kedabuhan tersebut.

Ia khawatir, jika jalan tidak kunjung diperbaki maka akan banyak lagi korban yang berjatuhan.

“Harapan kami supaya kepala BPJN segera turun dan memperbaiki tanjankan dan gelombang di jalan yang sangat rawan itu agar terhindar terjadi lebih banyak korban kenderaan dan jiwa para pengguna jalan,” tegasnya.

Fadhli juga mendesak Walikota Subulussalam, DPRK setempat, DPRA, dan DPR/DPD RI asal Aceh untuk memperhatikan kondisi jalan tersebut. Karena, jalan ini menjadi salah satu faktor utama hidupnya perputaran ekonomi di kawasan Barsela.

“Tolong perhatikan persoalan jalan nasional di sana dan nasib sopir dan para pengendara yang kerap jadi korban,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dua unit truk yang terjun ke jurang di Gunung Kedabuhan tersebut membawa barang sembako dan batu bata dari wilayah Sumatera Utara.

Truk yang jatuh pada Minggu (19/10) dikendarai oleh Muhammad Yani, asal Seumayam, Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya (Abdya). Truk tersebut membawa barang bangunan dan sembako dari Sumut menuju Abdya.

Sementara truk yang jatuh pada Senin (20/10) dikendarai oleh Rama, asal Kedai Kandang, Aceh Selatan. Tersebut bermuatan batu-bata dari Samosir menuju Kota Fajar, Aceh Selatan.

Dalam insiden tersebut kedua truk mengalami rusak parah. Bahkan, sebagian besar muatan ikut hancur dan berhamburan di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, Serambinews.com belum mendapatkan keterangan dari pihak BPJN Aceh.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved