Jumat, 17 April 2026

Speed Boat Wisatawan Dihantam Ombak

Begini Langkah Dishub Aceh Singkil Minimalisir Dampak Korban Kecelakaan di Laut

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Aceh Singkil, telah melakukan antisipasi untuk meminimalisir dampak kecelakaan di laut

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Syam'un 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Aceh Singkil, telah melakukan antisipasi untuk meminimalisir dampak kecelakaan di laut. 

Salah satunya dengan membagikan life jacket atau pelambung kepada pengguna transportasi laut dan sungai. 

Memang tidak bisa semuanya terbagi. Sebab tidak mungkin seluruhnya mengandalkan bantuan dari pemerintah. 

"Ada 100 yang akan dibagikan. Fokus sasarnya anak sekolah dan guru yang menggunakan transportasi air menuju sekolah," kata Kepala Dishub Aceh Singkil, Syam'un, Selasa (21/10/2025). 

Sementara kepada penyedia jasa transportasi laut termasuk yang melayani wisatawan. Syam'un imbau menyediakannya secara mandiri. 

Selain pembagian life jacket Dishub setempat, juga berencana membeli alat komunikasi pada tahun 2026 mendatang untuk dibagikan kepada penyedia jasa transportasi laut. 

Lagi-lagi sebutnya tidak bisa semuanya terpenuhi, sehingga sebagian diminta membeli secara mandiri. 

Pihak Dinas, akan fokus menyediakan server serta tower alat komunikasi.

Menurut Syam'un alat komunikasi yang dimaksudnya bisa digunakan dalam segala cuaca. Agar ketika terjadi hal darurat di laut dapat segera meminta pertolongan. 

"Kalau Hp kadang tidak ada sinyal, ini kami upayakan komunikasi radio yang bisa digunakan dalam segala cuaca," ujarnya. 

Alat komunikasi sebutnya sangat penting agar tim penolong bisa segera datang jika terjadi hal darurat di laut. 

Hal ini terbukti dalam kejadian speed boat karam di Pulau Banyak, sebut Syam'un karena tim SAR cepat mendapat informasi. Maka pertolongan bisa segera dilakukan.

Berikutnya Dishub Aceh Singkil, bekerjasama dengan Syahbandar mengecek alat keselamatan di kapal tradisional. 

"Faktanya memang masih ada yang belum melengkapi, kami ingatkan supaya dilengkapi," tukasnya.

Baca juga: Speed Boat Pembawa Tujuh Wisatawan Belanda Karam Dihantam Ombak di Pulau Banyak

Diberitakan sebelumnya speed boat yang membawa tujuh wisatawan asal Belanda, karam dihantam ombak di perairan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Senin (20/10/2025).

Ombak menenggelamkan speed boat rombongan turis tersebut dalam pelayaran antara Pulau Balai, ibu kota Kecamatan Pulau Banyak menuju destinasi wisata Pulau Palambak Besar. 

Berkat reaksi cepat dan aksi heroik tim gabungan pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR) tujuan warga Belanda serta dua warga Pulau Banyak, berhasil diselamatkan.

Akibat kejadian itu, rencana liburan tujuh wisatawan Belanda di gugusan Kepulauan Banyak buyar. 

Kejadian itu bermula ketika rombongan tujuh warga negara asing (WNA) dan dua warga lokal berangkat dari Pulau Balai menuju Pulau Palambak Besar, menggunakan speed boat kayu, pukul 11.00 WIB.

Sampai di Pulau Rangit, kira-kira pukul 12.00 WIB, speed boat alami kerusakan. Kemudian diganti speed boat fiber yang menyusul untuk melanjutkan pelayaran. 

Kala itu cuaca perairan Pulau Banyak, sedang tidak baik-baik saja. Gelombang yang dipicu angin kencang sedang terjadi. 

Pelayaran menggunakan speed boat dari Pulau Rangit menuju Palambak Besar, dilanjutkan. Jarak Pulau Rangit dengan Palambak Besar, cukup dekat. 

Dalam kondisi cuaca bagus hanya butuh waktu kurang dari 30 menit menggunakan speed boat. 

Nahas sekitar pukul 13.00 WIB ombak besar menghantam bagian depan speed boat hingga tenggelam.

Awak speed boat yang merupakan anak pulau telah terbiasa menghadapi situasi darurat di laut masih bisa menghubungi tim SAR untuk minta pertolongan. 

Mendapat informasi tim Satgas SAR Aceh Singkil, yang berkedudukan di Pulau Banyak, bereaksi cepat. Dengan menghubungi semua pihak yang kemungkinan berada di sekitar kejadian. 

"Kebetulan ada satu speed boat yang sedang menuju Pulau Balai," kata Yudistira Sekretaris Satgas SAR Aceh Singkil

Speed boat tersebut langsung evakuasi korban ke Pulau Palambak Besar. Delapan orang yang dievakuasi tujuh warga Belanda dan satu warga lokal. 

Baca juga: Ini Nama-nama Wisatawan asal Belanda yang Speed Boatnya Karam Dihajar Ombak di Pulau Banyak

Sedangkan satu warga lagi masih bertahan di atas speed boat yang terbalik. Tidak lama kemudian datang tim SAR gabungan untuk evakuasi satu warga lokal yang masih di atas speed boat terbalik termasuk menarik speed boatnya ke daratan.

Menurut Yudistira, saat kejadian barang-barang milik korban jatuh ke laut. Termasuk tas berisi paspor warga negara Belanda. 

Tim SAR yang melakukan pencarian barang milik korban, sejauh ini baru menemukan empat tas.

"Mereka saat ini cuma tinggal baju di badan tas semua tenggelam. Ada empat yang berhasil kita temukan," kata Yudistira, saat dikonfirmasi, dari daratan Singkil melalui layanan WhatsApp, Selasa (21/10/2025).

Kondisi korban yang berada di Pulau Palambak Besar, dalam keadaan aman, walau sempat trauma akibat kejadian dialaminya.

Unsur SAR yang terlibat dalam pertolongan tersebut antara lain:

1. Satgas SAR 
2. Posal Pulau Banyak
3. Polsek Pulau Banyak 
4. Pelaku Wisata 
5. Keluarga korban

Sedangkan sarana yang digunakan

1. 2 unit speedboat 

2. 1 unit boat.

Baca juga: Curhat Pilu Istri di Aceh Singkil Diceraikan Suami Jelang Pelantikan PPPK,Sempat Belikan Baju Korpri

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved