Kamis, 16 April 2026

Speed Boat Wisatawan Dihantam Ombak

Begini Langkah Dishub Aceh Singkil Minimalisir Dampak Korban Kecelakaan di Laut

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Aceh Singkil, telah melakukan antisipasi untuk meminimalisir dampak kecelakaan di laut

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Syam'un 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Aceh Singkil, telah melakukan antisipasi untuk meminimalisir dampak kecelakaan di laut. 

Salah satunya dengan membagikan life jacket atau pelambung kepada pengguna transportasi laut dan sungai. 

Memang tidak bisa semuanya terbagi. Sebab tidak mungkin seluruhnya mengandalkan bantuan dari pemerintah. 

"Ada 100 yang akan dibagikan. Fokus sasarnya anak sekolah dan guru yang menggunakan transportasi air menuju sekolah," kata Kepala Dishub Aceh Singkil, Syam'un, Selasa (21/10/2025). 

Sementara kepada penyedia jasa transportasi laut termasuk yang melayani wisatawan. Syam'un imbau menyediakannya secara mandiri. 

Selain pembagian life jacket Dishub setempat, juga berencana membeli alat komunikasi pada tahun 2026 mendatang untuk dibagikan kepada penyedia jasa transportasi laut. 

Lagi-lagi sebutnya tidak bisa semuanya terpenuhi, sehingga sebagian diminta membeli secara mandiri. 

Pihak Dinas, akan fokus menyediakan server serta tower alat komunikasi.

Menurut Syam'un alat komunikasi yang dimaksudnya bisa digunakan dalam segala cuaca. Agar ketika terjadi hal darurat di laut dapat segera meminta pertolongan. 

"Kalau Hp kadang tidak ada sinyal, ini kami upayakan komunikasi radio yang bisa digunakan dalam segala cuaca," ujarnya. 

Alat komunikasi sebutnya sangat penting agar tim penolong bisa segera datang jika terjadi hal darurat di laut. 

Hal ini terbukti dalam kejadian speed boat karam di Pulau Banyak, sebut Syam'un karena tim SAR cepat mendapat informasi. Maka pertolongan bisa segera dilakukan.

Berikutnya Dishub Aceh Singkil, bekerjasama dengan Syahbandar mengecek alat keselamatan di kapal tradisional. 

"Faktanya memang masih ada yang belum melengkapi, kami ingatkan supaya dilengkapi," tukasnya.

Baca juga: Speed Boat Pembawa Tujuh Wisatawan Belanda Karam Dihantam Ombak di Pulau Banyak

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved