Senin, 11 Mei 2026

Speed Boat Wisatawan Dihantam Ombak

Penyedia Speed Boat Wisatawan Pulau Banyak-Aceh Singkil Diminta Lengkapi Alat Keselamatan Penumpang 

"Saya ingatkan penyedia speed boat pembawa wisatawan melengkapi alat keselamatan," kata Muzni, Rabu (22/10/2025). 

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Singkil, Ir Muzni. 

 

"Saya ingatkan penyedia speed boat pembawa wisatawan melengkapi alat keselamatan," kata Muzni, Rabu (22/10/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Singkil, Ir Muzni mengingatkan penyedia jasa transportasi wisata di Pulau Banyak, melengkapi alat keselamatan penumpang. 

Seperti life jacket (pelampung).

Hal itu untuk meminimalisir risiko fatal ketika terjadi hal tak diinginkan di laut. 

"Saya ingatkan penyedia speed boat pembawa wisatawan melengkapi alat keselamatan," kata Muzni, Rabu (22/10/2025). 

Menurut Muzni, peralatan keselamatan penting sekaligus untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata Pulau Banyak. 

Sementara itu terkait insiden karamnya speed boat pembawa tujuh wisatawan asal Belanda, menurut Muzni tak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. 

Wisatawan mancanegara tetap, berkunjung untuk menikmati keindahan gugusan pulau-pulau eksotik di Pulau Banyak. 

Hanya saja kejadian tersebut harus, diminimalisir risikonya.

Salah satunya dengan melengkapi peralatan keselamatan. 

Kemudian tidak memaksa menyebrangi laut, ketika cuaca kurang bersahabat. 

Diberitakan sebelumnya speed boat yang membawa tujuh wisatawan asal Belanda, karam dihantam ombak di perairan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Senin (20/10/2025).

Ombak menenggelamkan speed boat rombongan turis tersebut dalam pelayaran antara Pulau Balai, ibu kota Kecamatan Pulau Banyak menuju destinasi wisata Pulau Palambak Besar. 

Berkat reaksi cepat dan aksi heroik tim gabungan pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR) tujuan warga Belanda serta dua warga Pulau Banyak, berhasil diselamatkan.

Akibat kejadian itu, rencana liburan tujuh wisatawan Belanda di gugusan Kepulauan Banyak buyar. 

Kejadian itu bermula ketika rombongan tujuh warga negara asing (WNA) dan dua warga lokal berangkat dari Pulau Balai menuju Pulau Palambak Besar, menggunakan speed boat kayu, pukul 11.00 WIB.

Sampai di Pulau Rangit, kira-kira pukul 12.00 WIB, speed boat alami kerusakan. Kemudian diganti speed boat fiber yang menyusul untuk melanjutkan pelayaran. 

Kala itu cuaca perairan Pulau Banyak, sedang tidak baik-baik saja.

Gelombang yang dipicu angin kencang sedang terjadi. 

Pelayaran menggunakan speed boat dari Pulau Rangit menuju Palambak Besar, dilanjutkan. Jarak Pulau Rangit dengan Palambak Besar, cukup dekat. 

Dalam kondisi cuaca bagus hanya butuh waktu kurang dari 30 menit menggunakan speed boat. 

Nahas sekitar pukul 13.00 WIB ombak besar menghantam bagian depan speed boat hingga tenggelam.

Awak speed boat yang merupakan anak pulau telah terbiasa menghadapi situasi darurat di laut masih bisa menghubungi tim SAR untuk minta pertolongan. 

Mendapat informasi tim Satgas SAR Aceh Singkil, yang berkedudukan di Pulau Banyak, bereaksi cepat. Dengan menghubungi semua pihak yang kemungkinan berada di sekitar kejadian. 

"Kebetulan ada satu speed boat yang sedang menuju Pulau Balai," kata Yudistira Sekretaris Satgas SAR Aceh Singkil

Speed boat tersebut langsung evakuasi korban ke Pulau Palambak Besar.

Delapan orang yang dievakuasi tujuh warga Belanda dan satu warga lokal. 

Sedangkan satu warga lagi masih bertahan di atas speed boat yang terbalik.

Tidak lama kemudian datang tim SAR gabungan untuk evakuasi satu warga lokal yang masih di atas speed boat terbalik termasuk menarik speed boatnya ke daratan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved