Minggu, 3 Mei 2026

Hari Santri 2025

Bupati Bireuen Salurkan Rp 3,47 Miliar Insentif Guru Dayah dan Beasiswa Santri

Bupati Bireuen H Mukhlis ST menyalurkan bantuan sebanyak Rp 3,47 miliar pada peringatan Hari Santri 2025.

Tayang:
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
BEASISWA SANTRI – Bupati Bireuen, H Mukhlis ST menyerahkan bantuan beasiswa kepada perwakilan santri dalam rangkaian upacara memperingati Hari Santri di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Rabu (22/10/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Bupati Bireuen H Mukhlis ST menyalurkan bantuan sebanyak Rp 3,47 miliar untuk pimpinan dayah, guru dayah, dan beasiswa santri berprestasi dalam rangkaian upacara memperingati Hari Santri ke-10.

Kegiatan itu berlangsung di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Rabu (22/10/2025).

Upacara peringatan Hari Santri dihadiri seribuan lebih santri dari berbagai dayah/pesantren, unsur Forkopimda, kepala SKPK, para camat, pimpinan pesantren, guru dayah, dan berbagai kalangan lainnya.

Bupati Bireuen bertindak sebagai inspektur upacara dengan membacakan amanat tertulis Menteri Agama RI.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Bireuen, H Mukhlis, dan unsur Forkopimda kepada perwakilan berbagai penerima bantuan.

Baca juga: Atraksi Bela Diri Meriahkan Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Hiraq Lhokseumawe

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen, Anwar SAg MAP menyebutkan, bantuan yang diberikan berupa:

  • Insentif bagi pimpinan dan guru dayah untuk 906 orang penerima dengan bantuan seluruhnya Rp 1,623 miliar.
  • Beasiswa Thalabah Miskin untuk 1.100 orang santri Rp 1,100 miliar
  • Beasiswa Thalabah Hafidz Al-Qur’an untuk 222 penerima sebanyak Rp 470 juta
  • Beasiswa Thalabah Hafalan Kitab untuk 138 orang Rp 278 juta lebih
  • Total bantuan Rp 3.471.200.000

Dalam upacara memperingati Hari Santri, Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA, dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, antara lain mengatakan, Hari Santri harus menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia.

Dan santri sekarang tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia. Dunia digital juga harus menjadi ladang dakwah baru bagi para santri.

Kepada seluruh santri di tanah air, Menteri Agama berpesan jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya.

"Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, ke ranah internasional," kata Bupati membacakan sambutan Menteri.

"Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton. Marilah kita terus berjuang bersama untuk mengawal Indonesia yang merdeka ini menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban," tambahnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved