Minggu, 26 April 2026

Berita Lhokseumawe

Farhan Serukan Transformasi Pesantren Demi Kebangkitan Kota Lhokseumawe

“Kita tidak lagi bisa berharap pada sumur minyak. Kini saatnya kita menggali sumur ilmu, teknologi, dan kreativitas,” ujar Farhan.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
DORONG TRANSFORMASI PESANTREN - Anggota DPRK Lhokseumawe, Farhan Zuhri mendorong transformasi pesantren demi kemajukan Kota Lhokseumawe. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 menjadi momen penuh makna di Kota Lhokseumawe

Di tengah refleksi sejarah dan harapan masa depan, Anggota DPRK Lhokseumawe dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Farhan Zuhri, SHum, MPd mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pesantren sebagai motor penggerak kemajuan kota.

Dalam wawancaranya, Farhan yang juga dikenal sebagai pengamat sejarah Aceh, menyampaikan bahwa Lhokseumawe pernah berjaya sebagai pusat industri migas terbesar di provinsi ini. Namun, kejayaan tersebut kini tinggal kenangan. 

Kota ini dihadapkan pada tantangan baru: membangun kemandirian ekonomi yang tidak lagi bertumpu pada sumber daya alam, melainkan pada sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Farhan menekankan bahwa santri memiliki peran strategis dalam membangkitkan kembali denyut ekonomi Lhokseumawe

“Kita tidak lagi bisa berharap pada sumur minyak. Kini saatnya kita menggali sumur ilmu, teknologi, dan kreativitas,” ujarnya penuh semangat.

Baca juga: Santri Kini Bertransformasi, Wakil Ketua DPRK Sabang: Mereka Hadir di Semua Lini Kehidupan

Menurut dia, pesantren harus bertransformasi dari sekadar lembaga pendidikan agama menjadi pusat inovasi dan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam. 

Dengan penguasaan teknologi informasi, para santri dapat menjadi pionir dalam berbagai bidang seperti ekonomi syariah, bisnis digital, dan kewirausahaan sosial yang berkelanjutan.

“Santri yang melek digital bukan hanya mampu berdakwah di ruang maya, tetapi juga bisa menciptakan lapangan kerja, membangun startup berbasis syariah, dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” tambah Farhan.

Farhan juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, dunia industri, dan pesantren.

Ia meyakini bahwa dengan dukungan yang tepat, pesantren dapat menjadi inkubator ide dan inovasi yang melahirkan usaha kecil berbasis teknologi, sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

“Kejayaan Lhokseumawe ke depan tidak lagi bergantung pada cadangan gas bumi, tetapi pada kecerdasan dan ketulusan santrinya dalam membangun peradaban baru,” tegasnya.

Baca juga: Farhan, Partisipasi Anak Korban Konflik dalam Pengumpulan Data Pelanggaran HAM Berat di Aceh

Dalam refleksi Hari Santri, Farhan menyampaikan harapannya agar momentum ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi spiritual di Lhokseumawe

Ia menggambarkan santri modern sebagai sosok religius yang juga berwawasan digital, mampu menyalakan kembali cahaya kemajuan kota.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved