Jumat, 15 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Aceh Tamiang Bangun Pusat Pelatihan Komoditas Lestari di Hutan Kota

Pemkab Aceh Tamiang akan memanfaatkan lokasi ini sebagai laboratorium hidup (living laboratory) dengan konsep pembangunan lestari.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
Dok Humas
PUSAT PELATIHAN - Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi (kiri) mengamati desain pembangunan pusat pelatihan komoditas lestari yang dikembangkan di Hutan Kota. 

Pemkab Aceh Tamiang akan memanfaatkan lokasi ini sebagai laboratorium hidup (living laboratory) dengan konsep pembangunan lestari.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Terobosan besar dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dengan membangun pusat pelatihan komoditas lestari dan laboratorium hidup.

Lokasi pembangunan ini berada di Hutan Kota yang terletak di Kampung Aras Sembilan, Kecamatan Bandarpusaka, Aceh Tamiang.

Pemilihan lokasi di Hutan Kota sudah melalui pembahasan matang dengan tujuan memberikan warna baru karena selama ini potensi Hutan Kota belum digarap maksimal.

“Hutan kota bukan hanya ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” kata Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Kamis (23/10/2025).

Armia mengatakan program besar menjadikan Hutan Kota sebagai pusat pelatihan komoditas lestari bukan sebatas wacana karena sudah masuk tahap pembangunan.

Dia berharap, seluruh pihak mendukung program ini akan bisa selesai sesuai target.

“Ini investasi jangka panjang, ini cara kita membangun dan mengembangkan potensi anak-anak Aceh Tamiang,” ungkapnya.

Pemkab Aceh Tamiang akan memanfaatkan lokasi ini sebagai laboratorium hidup (living laboratory) dengan konsep pembangunan lestari.

Fasilitas yang tersedia di hutan ini di antaranya, demonstrasi lapangan (demplot) bagi komoditas unggulan seperti kopi, kakao, dan tanaman bernilai tambah tinggi lainnya.

Baca juga: Harga Cabai Merah di Aceh Tamiang tak Kunjung Turun, Wortel Masih Bertahan di Rp20 Ribu per Kilogram

Keberadaan pusat pelatihan (training centre) akan menjadikan Aceh Tamiang sebagai model daerah yang mampu mengelola sumber daya alam secara cerdas, produktif, dan berkeadilan.

“Saya ingin anak Aceh Tamiang ini maju dan jadi orang hebat. Melalui pusat pelatihan ini, mereka kelak dapat memperoleh pengetahuan tentang praktik pertanian berkelanjutan, pengelolaan hutan lestari, pengembangan komoditas unggulan daerah, serta penerapan teknologi ramah lingkungan,” ujar Armia.

Armia memastikan pembangunan pusat pelatihan ini memberikan dampak positif yang besar, seiring berjalannya program ini akan memberikan wawasan dan kemampuan tentang pengetahuan yang berujung dengan terciptanya perputaran ekonomi.

“Secara umum program ini tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, serta perekonomian masyarakat melalui praktik pertanian dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan,” kata Armia seraya mengatakan program ini melibatkan dukungan sejumlah organisasi, di antaranya Forum Konservasi Leuser (FKL) dan The Asia Foundation (TAF). (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved