Banda Aceh
Diskop UKM Aceh Dorong Petani Nilam Berkoperasi, Ini Keuntungannya
“Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari koperasi ini, bukan hanya wadah tempat pertemuan, tetapi juga tempat para petani...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PLUT-KUKM) Diskop dan UKM Aceh, Rosti Maidar SE MSi mengatakan, koperasi memiliki peran luar biasa, karena menjadi tempat bagi para petani termasuk nilam, untuk menyandarkan dirinya.
Alasannya karena, koperasi bisa terhubung dengan stakeholders yang nantinya akan memberikan manfaat besar kepada petani itu sendiri, baik dari segi perbankan, akses permodalan, kemudian bagaimana memproduksi nilam yang baik, serta memasarkan produknya.
“Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari koperasi ini, bukan hanya wadah tempat pertemuan, tetapi juga tempat para petani berinovasi, memiliki kreativitas untuk menciptakan produk-produk yang bermanfaat termasuk nilam,” kata Rosti dalam Talkshow Interaktif bersama Dinas Koperasi dan UKM Aceh bertajuk Membangkitkan Nilam Aceh melalui Koperasi, dipandu host Tieya Andalusia yang tayang di YouTube dan Radio Serambi FM, Banda Aceh, Kamis (23/10/2025).
Baca juga: Diskop UKM Aceh: Koperasi Harus Beradaptasi dengan Digitalisasi
Di sisi lain, Sekretaris Koperasi Naturi Aceh, Yasser Premana SHUT MP menyampaikan, Aceh dengan potensi yang luar biasa harus memanfaatkan kesempatan ini, karena nilam merupakan bahan dasar yang umumnya digunakan para produsen parfum sebagai pengikat aroma.
Dikatakan, meski dapat digantikan oleh akar wangi, cendana dan beberapa lainnya, tetapi nilam menjadi pengikat yang paling diminati. “Minyak nilam sifatnya fiksatif atau pengikat bibit aroma yang lain, agar bila diolah menjadi parfum, memberikan aroma yang tahan lama melekat,” jelas Yasser.
Dia menambahkan, Aceh dari 23 kabupaten/kota, sebanyak 19 kabupaten memproduksi nilam yang rata-rata berada di wilayah barsela dari Aceh Jaya sampai Aceh Selatan, bahkan Subulussalam. Kemudian dataran tinggi Gayo juga terutama Gayo Lues. “Dan kualitas minyak nilam di Aceh sangat luar biasa, yang bilang laboratorium. Karena setiap kita ekspor harus uji lab dulu ke Eropa, di sana detail sekali, dan mengatakan kualitas nilam kita terbaik,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Talkshow-Interaktif-bersama-Dinas-Koperasi-dan-UKM-231025.jpg)