Jumat, 8 Mei 2026

Berita Pidie

Bupati Pidie Jaya Perdana Lantik Massal 81 Keuchik, Ingatkan Tidak Terlibat Korupsi

“Saya ingatkan dari awal, bahwa tidak adanya kompromi dengan segala bentuk penyimpangan, terutama dalam pengelolaan dana desa," tegasnya. 

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ HO
DILANTIK MASSAL : Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, 81 keuchik di aula gedung bupati setempat, Kamis (23/10/2025). Pelantikan keuchik secara massal dalam dalam satu waktu merupakan perdana dilakukan Sibral semenjak menjadi Bupati Pidie Jaya. 

“Saya ingatkan dari awal, bahwa tidak adanya kompromi dengan segala bentuk penyimpangan, terutama dalam pengelolaan dana desa," tegasnya. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, melantik massal 81 keuchik, jelang digelar MTQ Aceh XXXVII di Negeri Japakeh julukan Pidie Jaya.

Tentunya, pelantikan keuchik serentak dilakukan oleh orang nomor satu di Pidie Jaya itu sebagai perdana, sejak dilantik menjadi Bupati Pidie Jaya

Pelantikan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Pidie Jaya, Kamis (23/10/2025).

Keuchik ikut disumpah terhadap jabatannya. 

Data diperoleh Serambinews.com, tercatat 81 keuchik yang dilantik itu, terdiri dari sepuluh keuchik di Kecamatan Meureudu. 

Lalu, 19 keuchik di Kecamatan Ulim, 15 keuchik di Kecamatan Jangka Buya, sembilan keuchik di Kecamatan Bandar Dua, delapan keuchik di Kecamatan Meurah Dua, sembilan keuchik di Kecamatan Bandar Baru, lima keuchik di Kecamatan Panteraja dan enam keuchik di Kecamatan Trienggadeng. 
 
"Keuchik sebagai lokomotif perubahan di desa masing-masing. Kemajuan ekonomi desa, dan ketenteraman sosial berada di pundak keuchik," kata Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, Kamis (23/10/2025).

Ia menyebutkan, dana desa jumlahnya tidak sedikit, tentunya harus dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas dan partisipatif.

“Saya ingatkan dari awal, bahwa tidak adanya kompromi dengan segala bentuk penyimpangan, terutama dalam pengelolaan dana desa," tegasnya. 

Dikatakan, dana desa harus dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif, sekaligus bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat. 

Antara lain, pembangunan infrastruktur pertanian, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi umat.

Baca juga: Peserta Pertanyakan Pelantikan PPPK Provinsi Aceh 

Perencanaan terhadap dana desa harus melibatkan tuha peut gampong dan masyarakat dalam perencanaan dan pengawasannya. 

"Jangan sampai ada yang terlibat korupsi, karena hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegasnya. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong atau DPMG Pidie Jaya, Hasbi, MM, menyebutkan, sebanyak 81 keuchik telah dibekali secara komprehensif sebelum dilantik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved