Rabu, 29 April 2026

Berita Abdya

Dua Nelayan Abdya Dilaporkan Hilang Selama Enam Hari di Laut Ditemukan

“Mereka terombang-ambing di perairan Ketapang, Aceh Singkil karena kehabisan minyak dan diterjang badai.” Nurdi, Kasat Polairud Polres Abdya

Editor: mufti
SERAMBINEWS.COM/HO
NELAYAN HILANG - Kondisi dua nelayan asal Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang dikabarkan hilang di laut kini ditemukan selamat oleh nelayan Kuala Baru di perairan Ketapang, Kabupaten Aceh Singkil, Sabtu (25/10/2025). 

Cuaca Ekstrem, BPBK Imbau Nelayan Hati-hati 

Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat Daya (Abdya) mengimbau nelayan kabupaten setempat agar tetap berhati-hati saat melaut di tengah kondisi cuaca ekstrem.

"Kami mengimbau agar para nelayan tetap berhati-hati saat melaut di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini. Utamakan keselamatan," kata Kepala BPBK Abdya, Nazaruddin, Sabtu (25/10/2025).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai gelombang tinggi yang mencapai 2,5-4 meter di perairan barat Aceh, termasuk wilayah Abdya dan Aceh Singkil, dalam sepekan terakhir.

Kondisi ini, kata Nazaruddin, tentu sangat berbahaya bagi nelayan saat menangkap ikan di laut. Untuk itu, sebelum melaut para nelayan hendaknya memantau prakiraan cuaca. "Cek informasi cuaca dan kondisi gelombang secara rutin melalui aplikasi atau radio untuk merencanakan pelayaran yang aman," ucapnya.

Kemudian, sambungnya, nelayan harus periksa dan mastikan kapal dalam kondisi prima. "Kapal yang stabil dan memiliki peralatan keselamatan lengkap seperti pelampung, kompas, dan GPS sangat penting, termasuk pastikan perlengkapan darurat tersedia dan dalam kondisi baik sebelum berangkat," imbuhnya.

Jika cuaca buruk tiba-tiba muncul saat di laut, Nazaruddin mengingatkan nelayan agar segera cari tempat berlindung terdekat seperti pesisir atau pulau terdekat dan berikan sinyal darurat jika diperlukan. "Saat di laut, pastikan semua kru mengenakan alat pelindung diri dan berada di dalam kabin atau di tengah kapal yang lebih stabil," jelasnya.

Tapi ketika cuaca sedang buruk seperti saat ini, lanjutnya, alangkah baiknya para nelayan berlibur melaut untuk sementara waktu. "Sebaiknya sementara waktu libur dulu untuk melaut. Nanti, saat cuaca sudah normal, baru kembali melaut. Sebab, resikonya sangat tinggi," pungkas Nazaruddin.(m)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved