Berita Banda Aceh
Mualem: Nelayan Harus Jadi Ujung Tombak Kebangkitan Ekonomi Aceh
“Potensi laut kita luar biasa, dan nelayan harus menjadi ujung tombak kebangkitan ekonomi Aceh.
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Ringkasan Berita:
- Nelayan harus menjadi ujung tombak dalam upaya membangkitkan ekonomi Tanah Rencong.
- Potensi laut kita luar biasa, dan nelayan harus menjadi ujung tombak kebangkitan ekonomi Aceh.
- Selama ini hasil panen lobster dari Ulee Lheue dikirim ke Jakarta, Bali, dan Batam, sementara hasil ikan lainnya masih dipasarkan secara lokal.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengungkap bahwa nelayan harus menjadi ujung tombak dalam upaya membangkitkan ekonomi Tanah Rencong.
Untuk itu, ia menegaskan Pemerintah Aceh akan terus mendorong penguatan sektor perikanan sebagai salah satu penopang ekonomi Aceh.
“Potensi laut kita luar biasa, dan nelayan harus menjadi ujung tombak kebangkitan ekonomi Aceh.
Pemerintah akan berupaya membantu pengembangan usaha seperti ini,” ujar Mualem usai memanen lobster di keramba milik nelayan di kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa (4/11/2025) sore.
Dalam kunjungan tersebut, Mualem turut mengangkat lobster yang telah memasuki usia panen dan meninjau langsung sejumlah keramba budidaya ikan milik nelayan setempat.
Ia turut mengapresiasi usaha para nelayan yang telah mengembangkan budidaya lobster secara mandiri.
Baca juga: Irhamni Malika Asal Aceh Jadi Duta DPD RI 2025
Selain memanen lobster, Mualem juga menyempatkan diri menikmati makan malam bersama para nelayan di lokasi tersebut.
Kunjungan itu disambut antusias anggota Koperasi Nelayan Bekarya Sukses Bersama, yang selama ini membudidayakan berbagai jenis ikan dan lobster di kawasan pesisir Banda Aceh.
Perwakilan koperasi, Ari Anggara, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Aceh di lokasi budidaya mereka.
“Harapan besar kami para nelayan adalah adanya dukungan dari pemerintah untuk memajukan nelayan di Aceh,” ujarnya.
Ari menjelaskan, pihaknya membudidayakan berbagai jenis ikan seperti kerapu hingga kakap, dengan fokus utama pada lobster.
“Kami di sini ada 24 petak keramba. Sekali panen, lobster bisa mencapai satu hingga dua ton, dengan masa pemeliharaan sekitar tiga bulan,” katanya.
Selama ini hasil panen lobster dari Ulee Lheue dikirim ke Jakarta, Bali, dan Batam, sementara hasil ikan lainnya masih dipasarkan secara lokal.
“Harapan kami ke depan, lobster dari Aceh bisa diekspor langsung ke luar negeri,” tambahnya.
Ari juga berharap perhatian lebih dari pemerintah terhadap sektor perikanan dan budidaya laut di Aceh.
Menurutnya, selama ini nelayan di Aceh dipandang sebelah mata.
“Dengan kepemimpinan baru di bawah Pak Mualem, kami berharap nelayan bisa mendapat perhatian lebih,” harapnya.(*)
| 24 Sapi Kurban Presiden Disiapkan, Disnak Aceh Target Bobot 1 Ton |
|
|---|
| Dishub akan Tindak Angkutan Ilegal Jika Masih Beroperasi di Aceh |
|
|---|
| Gerakan Literasi Aceh Diperkuat, Kadisdik Targetkan Lahir 20 Buku Fiksi Karya Guru dan Siswa |
|
|---|
| Perkuat Intervensi Pascabencana, KNPS Aceh dan BKKBN Jajaki Kolaborasi |
|
|---|
| Hadapi Liga 4 Zona Nasional, Al Farlaky Fc Bidik Sejumlah Nama Pemain Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Lobster-0511.jpg)