Jumat, 15 Mei 2026

Berita Sabang

Pengunjung Asal Sumut Silakan Istirahat di Masjid di Sabang, BKPRMI: Tak Akan Diusir Apalagi Dihajar

BKPRMI Sabang menegaskan semua masjid di Sabang terbuka bagi siapa pun untuk beristirahat dan beribadah.

Tayang:
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
MASJID RAMAH PENGUNJUNG - Ketua BKPRMI yang juga Wakil Ketua DPRK Sabang, H Albina Arahman menyatakan, bahwa semua masjid di Kota Sabang ramah dan terbuka untuk semua pengunjung, termasuk dari Sibolga, Sumut. 

Ringkasan Berita:
  • BKPRMI Sabang menegaskan semua masjid di Sabang terbuka bagi siapa pun untuk beristirahat dan beribadah.
  • Pernyataan ini merespons insiden di Sibolga yang menimbulkan keprihatinan masyarakat Aceh.
  • Masjid di Sabang dijaga sebagai tempat damai dan perlindungan, bukan penghakiman atau kekerasan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Kabar duka dari Kota Sibolga, Sumatera Utara tentang seorang pemuda asal Simeulue, Aceh yang meninggal dunia setelah dikeroyok hanya karena beristirahat di dalam masjid, menjadi sorotan publik di berbagai daerah. 

Peristiwa itu memunculkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat Aceh, termasuk di Kota Sabang yang dikenal dengan keramahan warganya terhadap setiap tamu yang datang.

Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Sabang, H Albina Arahman menegaskan, bahwa semua masjid di Sabang terbuka bagi siapa pun yang ingin beribadah atau sekadar beristirahat sejenak.

“Masjid bukan hanya tempat shalat, tapi juga rumah bagi musafir,” katanya. 

Jadi, siapa pun, termasuk saudara-saudara kita dari Sumatera Utara (Sumut) khususnya dari Kota Sibolga, silakan beristirahat di masjid-masjid di Sabang,” ucap dia. 

“Kami tidak akan mengusir tamu, apalagi sampai menghilangkan nyawa,” ujar Albina dengan tegas, Selasa (4/11/2025).

Baca juga: Tampang Zulham, Tukang Sate Provokator Penganiayaan Arjuna di Masjid Agung Sibolga, Mantan Napi

Albina menambahkan, nilai-nilai Islam yang diajarkan di Aceh selalu menekankan keramahan, kepedulian, dan perlindungan terhadap tamu, terutama mereka yang sedang dalam perjalanan (musafir).

Menurutnya, rumah ibadah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi siapa pun yang mencari ketenangan.

“Kami turut berduka atas peristiwa di Sibolga. Tapi di Sabang, insya Allah, para pengunjung akan menemukan keteduhan, bukan ketakutan,” tukasnya.

Albina juga mengingatkan, bahwa rumah Allah tidak pernah mengenal batas daerah atau identitas.

“Masjid bukan pos keamanan, bukan pula tempat penghakiman,” terang Albina. 

“Kalau orang datang dengan penat dan lelah, justru di masjid-lah seharusnya ia menemukan damai, bukan malapetaka,” katanya.

Baca juga: VIDEO - Terungkap! Penjual Sate Jadi Provokator Penganiayaan di Masjid Sibolga

Ia juga mengingatkan para pengurus masjid di seluruh Aceh untuk terus menanamkan nilai-nilai kasih dan kemanusiaan dalam pelayanan kepada jamaah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved