Wawancara Eksklusif
Kunjungan Perdana ke Aceh, Dubes Kanada Tegaskan Komitmen Kerja Sama Multisektor
“Saya sudah ingin mengunjungi Aceh selama bertahun-tahun. Kanada memiliki hubungan yang sangat penting dengan Aceh
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
Kunjungan Perdana ke Aceh, Dubes Kanada Tegaskan Komitmen Kerja Sama Multisektor
SERAMBINEWS.COM – Duta Besar (Dubes) Kanada untuk Indonesia, H.E. Jess Dutton, menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat hubungan kerja sama dengan Aceh di berbagai bidang.
Mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan perempuan.
Hal itu disampaikan dalam kunjungan perdananya ke Banda Aceh sejak menjabat sebagai Dubes Kanada untuk Indonesia.
“Saya sudah ingin mengunjungi Aceh selama bertahun-tahun. Kanada memiliki hubungan yang sangat penting dengan Aceh, terutama melalui berbagai program yang telah berjalan selama puluhan tahun,” ujar H.E. Jess Dutton kepada Serambinews saat wawancara ekslusif (7/11/2025).
Hubungan Erat dan Potensi Kolaborasi Baru
Dubes Dutton mengatakan bahwa Aceh merupakan wilayah yang memiliki hubungan historis dengan Kanada.
Termasuk saat bencana tsunami pada tahun 2004.
Kanada menjadi salah satu negara yang memberikan bantuan besar dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Kini, hubungan itu terus berlanjut menuju bentuk kolaborasi yang lebih luas.
“Kami memiliki perjanjian perdagangan bebas antara Kanada dan Indonesia yang akan diratifikasi tahun depan. Ini akan membuka peluang besar bagi Aceh, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun investasi berkelanjutan,” jelasnya.
Dutton juga menyoroti potensi kerja sama antara universitas di Aceh dan institusi pendidikan di Kanada.
“Saya melihat banyak peluang kolaborasi akademik. Misalnya, Universitas Syiah Kuala telah bekerja sama dengan McMaster University di Ontario dan berupaya memperluas kemitraan dengan University of Ottawa, terutama di bidang medis,” katanya.
Fokus pada Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan
Salah satu fokus utama kerja sama Kanada di Aceh adalah pemberdayaan perempuan.
Menurut Dutton, Kanada berkomitmen mendukung perempuan agar memiliki kapasitas kepemimpinan dan peran aktif di masyarakat.
“Saya mengunjungi sejumlah proyek kami dan bertemu dengan perempuan yang kami dukung melalui mitra lokal. Mereka belajar untuk menjadi pemimpin di komunitas mereka, memperjuangkan hak anak-anak dan keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesetaraan gender merupakan langkah penting dalam mencapai kemajuan masyarakat.
“Kita semua tahu, jika 50 persen populasi tidak memiliki kesempatan yang sama, maka tidak ada negara yang akan mencapai potensi penuhnya,” tegasnya.
Dorong Pertukaran Budaya dan Akademik
Selain bidang ekonomi dan sosial, Kanada juga berencana memperkuat pertukaran budaya dengan Aceh.
Melalui program beasiswa seperti SEED Scholarship (ASEAN Scholarships and Educational Exchanges for Development), pelajar Aceh berpeluang menempuh pendidikan di Kanada.
“Kami ingin lebih banyak pelajar Aceh belajar di Kanada, dan sebaliknya, kami juga ingin warga Kanada datang ke Aceh untuk memahami budaya uniknya,” kata Dutton.
Dukung Ekonomi Lokal dan Pertanian Berkelanjutan
Dutton juga menyoroti proyek ekonomi berbasis masyarakat yang didukung Kanada di Aceh.
Salah satunya produksi tempe berbahan kacang gude dan kedelai lokal.
Menurutnya, proyek kecil seperti ini berperan penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung petani lokal.
“Melalui dukungan ini, kami membantu petani dan wirausaha kecil untuk mengembangkan produk lokal yang berkelanjutan, serta memastikan keluarga memiliki akses terhadap protein bergizi dengan harga terjangkau,” ungkapnya.
Langkah Konkret dan Harapan ke Depan
Setelah kunjungan ini, Kedutaan Besar Kanada akan menindaklanjuti komunikasi dengan pemerintah Aceh untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, energi, dan pendidikan.
“Kami akan melanjutkan proyek yang sudah ada, menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pemerintah daerah. Kanada memiliki keahlian di bidang energi terbarukan, minyak dan gas, serta penambangan berkelanjutan, semuanya relevan dengan potensi Aceh,” jelasnya.
Sebagai penutup, Dubes Dutton menyampaikan pesan khusus untuk masyarakat Aceh:
“Kami telah disambut dengan sangat hangat. Kanada dan Aceh sudah memiliki hubungan yang kuat, dan kami akan bekerja keras untuk memperkuatnya. Saya pasti akan kembali ke Aceh.” (an)
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wawancara-ekslusif-dubes-kanada.jpg)