Rabu, 8 April 2026

Info UTU Meulaboh

22 Pelukis Dunia Berkarya di Batu Putih, UTU Gelar Aceh International Collaborative Art Exhibition

Kegiatan akbar yang diselenggarakan Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh, Aceh Barat ini menghadirkan seniman dari Indonesia, Malaysia

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Mursal Ismail
Dokumen UTU
FOTO BERSAMA - Sebanyak 22 Pelukis Aceh International Collaborative Art Exhibition berfoto bersama usai melaksanakan painting on the spot di Pantai Batu Putih, Ujong Kalak, Aceh Barat, Kamis (20/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • 22 pelukis internasional dan nasional dari 11 negara mengikuti sesi painting on the spot di Pantai Batu Putih sebagai rangkaian Aceh International Collaborative Art Exhibition 2025.
  • Karya para pelukis dihibahkan kepada Universitas Teuku Umar, sebagai bentuk apresiasi dan simbol persaudaraan dalam kreativitas global.
  • Pemkab Aceh Barat menilai kegiatan ini berdampak positif pada pariwisata daerah, karena memperkenalkan keindahan Ujong Kalak ke mata dunia.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Sebanyak 22 pelukis internasional dan nasional dari 11 negara berkumpul di Pantai Batu Putih, Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (20/11/2025).

Mereka menggelar sesi painting on the spot sebagai rangkaian Aceh International Collaborative Art Exhibition 2025 atau Pameran Seni Kolaboratif Internasional Aceh.

Kegiatan akbar yang diselenggarakan Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh, Aceh Barat ini menghadirkan seniman dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Prancis, Irak, Cyprus, Ethiopia, Jepang, Brunei Darussalam, Nepal, dan Thailand.

Acara yang sekaligus memeriahkan Dies Natalis ke-19 UTU ini dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UTU, Herri Darsan, ST, MT, mewakili Rektor.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi seni sebagai sarana memperkenalkan keindahan Aceh ke mata dunia.

“Aceh International Collaborative Art Exhibition 2025 bukan hanya sekadar pameran, tetapi jembatan budaya yang menyatukan beragam pandangan dan teknik seni,” ujar Sekretaris LPPM UTU, Herri Darsan.

Baca juga: IKA UTU Ikut Rakornas Kadin di Jakarta, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Menurutnya, karya-karya yang lahir pada sesi ini adalah wujud nyata bagaimana pesona alam dan budaya Aceh, khususnya Ujong Kalak, menginspirasi seniman lintas negara.

UTU merasa terhormat menjadi tuan rumah yang mempertemukan para pelukis berbakat dalam satu wadah kreativitas global.

Perwakilan seniman, Restu Wardhana dari Yayasan Trimatra, menyampaikan apresiasi mendalam atas keramahan UTU dan masyarakat Aceh Barat. Ia mengaku terpesona oleh panorama Pantai Batu Putih.

“Kontras antara pasir putih, ombak, dan langit Aceh Barat adalah inspirasi murni,” ungkapnya dengan antusias.

Restu menambahkan bahwa fasilitas serta sambutan hangat membuat para pelukis merasa diterima sebagai keluarga.

Sebagai bentuk terima kasih, seluruh karya yang dihasilkan dalam sesi painting on the spot ini akan dihibahkan kepada Universitas Teuku Umar.

Baca juga: Dies Natalis ke-19 UTU Soroti Peran Kampus dalam Transformasi Digital Pendidikan

Dari sisi pemerintah daerah, kegiatan seni internasional ini mendapat dukungan penuh.

Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Aceh Barat, Kartini, SE., MKes, menilai acara tersebut menjadi momentum penting untuk mempromosikan potensi wisata daerah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved