Kamis, 23 April 2026

Berita Pidie

450 Peserta Ikut Bimtek Dispersip Pidie, Ini Faktor Rendahnya Minat Baca Anak

Bimtek tersebut diikuti 450 peserta, terdiri dari guru, pustakawan, pegiat literasi dan orang tua di Kabupaten Pidie.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: IKL
serambinews.com
Kepala Dispersip Pidie, Turno Junaidi berfoto bersama dengan pematri dan peserta, disela-sela bimtek membaca nyaring di Aula SMPN 2 Sigli, Jumat (21/11/2025). FOR SERAMBINEWS.COM 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia | Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Dinas Perpustakaan dan Arsip atau Dispersip Pidie, menggelar bimtek atau bimbingan teknis membaca nyaring di Aula SMPN 2 Sigli, Jumat (21/11/2025).

Bimtek tersebut diikuti 450 peserta, terdiri dari guru, pustakawan, pegiat literasi dan orang tua di Kabupaten Pidie.  Kegiatan membaca nyaring dilaksanakan mulai, tanggal 19 hingga 21 November 2025. 

" Bimtek itu sebagai salah satu sasaran pokok, yang tertuang dalam RPJPD Pidie tahun 2025-2045," kata  Kepala Bidang Perpustakaan, Sarwati, SPi, saat membacakan Kadispersip Pidie, Turno Junaidi, SKM MKM, Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, sasaran pokok adalah mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata. Salah satu indikator yang terkait dengan Dispersip Kabupate Pidie, untuk mencapai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat atau IPLM.

Kegiatan ini, sejalan dengan arah kebijakan RPJP Pemerintah Aceh tahun 2025 – 2045. Adalah meningkatkan literasi masyarakat. Dikatakan, rendahnya minat baca menjadi penyumbang rendahnya Indikator Tingkat Kegemaran Membaca atau TKM. 

Tercatat ada beberapa faktor penyebab rendahnya minat baca siswa. Antara lain, siswa belum terbiasa untuk membaca, siswa cenderung lebih senang menonton dari pada membaca buku.

Lalu, bacaan yang dimiliki siswa masih sangat terbatas, dan waktu luang siswa lebih banyak digunakan untuk bermain Gadget untuk bermedia sosial dari pada membaca buku.

nazar_2 bbb
Kepala Dispersip Pidie, Turno Junaidi, memberikan pengarahan pada peserta disela-sela bimtek membaca nyaring, di Aula SMPN 2 Sigli, Jumat (21/11/2025). FOR SERAMBINEWS.COM

" Saya rasa, solusinya menjadi beban bersama dalam mengatasi masalah minat baca," sebutnya.

Selain itu, kata Sarwati, kerap ditemukan siswa yang kesulitan memahami bacaan, kendati pun sudah bisa membaca. Karena ketidaksesuaian antara pengucapan dan makna yang sebenarnya. 

" Ketidakmampuan membaca dengan lafal dan intonasi yang benar, dapat menyebabkan pemahaman materi menjadi gagal," ujarnya.

Untuk itu, kata Sarwati, membaca nyaring membantu anak mempelajari huruf, perbedaan pengucapan, kosa kata baru dan struktur kalimat. Juga membaca nyaring merupakan salah satu cara bagi guru/ pustakawan/ pegiat literasi dan orang tua untuk mengevaluasi kemajuan keterampilan membaca.

Baca juga: Dinas Perpustakaan dan Arsip Pidie Lakukan Kunjungan Literasi ke Lancang

Seperti penggalan kata dan frasa, serta mengidentifikasi kebutuhan pengajaran spesifik yang dibutuhkan anak/siswa/ pemustaka.

Kegiatan itu dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan bahasa melalui pemahaman makna teks secara mendalam, melatih kemampuan mendengar dan komunikasi lisan hingga meningkatkan kepercayaan diri pembaca.

Sasaran Dicapai

Kata Sarwati, untuk memahami teks bersama, yang memungkinkan pembaca dan pendengar untuk sama-sama menangkap dan memahami informasi, pikiran dan perasaan yang disampaikan penulis. 

Selain itu, melatih keterampilan komunikasi, sehingga membantu melatih pengucapan yang jelas, intonasi yang tepat, ekspresi dan membangun kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum. 

Juga meningkatkan daya ingat. Di mana membaca nyaring membantu otak memperkuat penyimpanan informasi, sehingga lebih mudah diingat. 

Berikutnya, meningkatkan kosakata,  memperkenalkan kosakata baru dan membantu memahami struktur kalimat. 

Selain itu, membangun kecerdasan emosional dan sosial, melalui interaksi saat membaca nyaring, anak-anak dapat mengembangkan pemahaman emosional, keterampilan sosial, dan kemampuan memecahkan masalah. 

Baca juga: ALHAMDULILLAH, 7.343 Non ASN Jadi PPPK Paruh Waktu di Pemkab Pidie

Berikutnya, mampu menumbuhkan minat baca, yang membantu menciptakan kebiasaan membaca yang menyenangkan dan mengembangkan minat baca sejak dini. 

" Akhirnya kegiatan ini melatih peserta untuk menjadikan membaca nyaring sebagai kebiasaan untuk dipraktekkan dalam meningkatkan minat baca anak/siswa," pungkasnya. 

Tumbuhkan Minat Baca

Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, SH MH, didamping Kadispersip Pidie, Turno Junaidi, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, melalui Perpusnas RI atas dukungan Dana Alokasi Khusus NonFisik sehingga terlaksananya acara bimtek membaca nyaring di Kabupaten Pidie. 

" Kami berharap upaya untuk menumbuhkan minat baca dan literasi anak-anak, melalui pemahaman makna teks secara mendalam, melatih kemampuan mendengar dan komunikasi lisan, serta meningkatkan kepercayaan diri pembaca," jelasnya. 

Dikatakan, kegiatan ini menjadi bekal peserta terutama guru, untuk mengimplementasikan Program TAPUGA PIDIE melalui misi Pidie Caroung dan Pidie Meuadab. 

Kegiatan membaca nyaring itu, diharapkan menjadi kebiasaan untuk dipraktekkan dalam meningkatkan minat baca anak atau siswa. 

" Kami harap ini dihayati secara mendalam dan diwujudkan nanti sebagai manfaat dari kegiatan ini untuk mewujudkan generasi emas Pidie 2045," kata Abu Sarjani. 

Ia menambahkan,  Kadispersip Pidie sebagai sub bidang pendidikan, agar terus berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag Pidie, untuk memaksimalkan Program TAPUGA Pidie. Dengan behitu akan lahir generasi emas Pidie yang menjadi kebanggaan daerah, dengan tingkat literasi yang terbaik. 

Baca juga: Penerima Beasiswa Pemkab Pidie 1.082 Orang, MPD Lakukan Ini Sebelum Transfer ke Rekening

Satu Hari 150 Peserta
 
Kegiatan itu diikuti 450 orang, dengan dibagi 150 peserta per hari. Terdiri dari guru (PAUD TK dan SD). Lalu pustakawan sekolah dan gampong. 

Pegiat literasi, terutama dari taman bacaan masyarakat atau TBM dan orang tua. 

Narasumber bintek tersebut adalah Penggerak Literasi Aceh, Siti Nurhidayah, SPd MSc, Konselor Aceh dan penulis buku, Hetti Zuliani, MPd, PhD, CHt,CI, Dosen di USK Banda Aceh. 

Selanjutnya, Sekretaris Forum TBM Kabupaten Pidie, sekaligus Ketua TBM Lhee Club Kecamatan Simpang Tiga yang meraih penghargaan nasional untuk kategori perpustakaan masyarakat terbaik III wilayah Sumatera, Dinda Jouhana. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved