Berita Pidie
Harapan Keluarga Pasien RSUD TCD, Pembangunan Rumah Singgah di Pidie Dinilai Mendesak
Maka itu, sebagai pusat layanan kesehatan rujukan, Sigli menampung pasien dari 23 kecamatan, termasuk wilayah pedalaman seperti Geumpang, Mane,
Maka itu, sebagai pusat layanan kesehatan rujukan, Sigli menampung pasien dari 23 kecamatan, termasuk wilayah pedalaman seperti Geumpang, Mane,
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sejumlah keluarga pasien asal pedalaman mendesak pemerintah agar membangun rumah singgah di seputaran Komplek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli.
Hal ini guna membantu menyediakan fasilitas bagi masyarakat pedalaman saat berobat.
Sebab, kerap setiap hari harus mengunjungi rumah sakit ini sehingga butuh tempat singgah sehingga memudahkan saat berobat.
Diketahui, RSUD TCD Sigli menjadi pilihan bagi pasien berobat rawat inap ataupun rawat jalan.
Maka itu, sebagai pusat layanan kesehatan rujukan, Sigli menampung pasien dari 23 kecamatan, termasuk wilayah pedalaman seperti Geumpang, Mane, Tangse dan Laweung.
Jarak tempuh kecematan itu ke ibu kota Kabupaten Pidie ini terbilang puluhan hingga ratusan Kilometer.
Oleh sebab itu, kondisi ini mendesak Pemkab Pidie agar menyediakan fasilitas pendukung, terutama bagi keluarga pasien yang harus menjalani pengobatan jangka panjang dan tidak memiliki kemampuan finansial.
"Kami harapkan Pemerintah daerah bisa mengatasi persoalan yang telah lama berlangsung agar membangun rumah singgah," ujar Ibrahim (37) warga Geumpang.
Apalagi, ia begitu juga beberapa keluarga pasien lain tiap pekan ia membawa ayahnya menjalani cuci darah. Jarak perjalanan lebih dari 100 kilometer.
Hal serupa juga disampaikan Budi asal Tangse dan juga Rahmawati, ibunya menjalani kemoterapi dan radioterapi juga menyampaikan hal serupa.
Dengan APBK Pidie yang mencapai lebih dari Rp 2 triliun, masyarakat berharap pemerintah dapat memasukkan pembangunan rumah singgah sebagai program prioritas.
Keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya menjadi bentuk pelayanan kesehatan, tetapi juga tanggung jawab sosial pemerintah terhadap warga yang berasal dari wilayah jauh.
Hal ini menjadi desakan masyarakat dan cerita kepiluan mereka mendambakan adanya rumah singgah untuk membantu mereka singgah sebelum atau sedang menjalani pengobatan. "Kiranya harapan ini bisa diwujudkan dan adanya perhatian pemerintah," pungkas Budi asal Tangse. (*)
| Prajurit Yonif TP 857/GG Bina Pelajar dari Dua Kecamatan di Pidie |
|
|---|
| Prajurit TNI Yonif TP 857/GG Revitalisasi Lapangan Tembak di Mane Pidie |
|
|---|
| Perumdam Tirta Mon Krueng Baro Kunjungi BSPJI, Teken MoU dan Jalin Kerjasama |
|
|---|
| Realisasi APBK Pidie Rp 1,90 Triliun, Wabup Angka Itu Masih Sementara Karena Belum Diaudit |
|
|---|
| BWS Sumatera I Perbaiki Bendungan Pito Sa Tiro, Tanam Padi di-5 Kecamatan di Pidie Ditunda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/suasana-rsu.jpg)