Dampak Banjir
Unimal Liburkan Kuliah Dua Hari, Dampak Banjir di Lhokseumawe dan Aceh Utara
Hampir sepekan hujan terus mengguyur di wilayah Kota Lhokseumawe dan sekitarnya sehingga berdampak pada banjir yang terjadi di
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAW - Hampir sepekan hujan terus mengguyur di wilayah Kota Lhokseumawe dan sekitarnya sehingga berdampak pada banjir yang terjadi di sejumlah Kecamatan yang ada di wilayah Lhokseumawe.
Bahkan banjir pun terus meluas ke berbagai pelosok gampong yang ada di Kota Lhokseumawe.
Sampai Rabu (26/11/2025) hujan masih berlanjut belum ada tanda reda. Langit pun masih gelap, sinaran matahari pun belum terlihat.
Kegelisahan warga pun semakin was-was karena dampak banjir yang kian parah.
Merespons kondisi banjir parah di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) mengambil langkah cepat.
Dimana aktifitas kuliah terpaksa di liburkan baik secara tatap muka maupun kegiatan administrasi selama dua hari, terhitung mulai Rabu (26/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025) ini.
Keputusan ini diambil untuk meminimalisir risiko keselamatan bagi mahasiswa dan dosen yang mungkin terjebak banjir saat menuju kampus.
Baca juga: Banjir Pidie, Jalan Nasional Tangse-Meulaboh Amblas, Listrik dan Internet Padam
Kondisi itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2025 yang ditandatangani Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fitra, M.T., IPM., ASEAN.Eng. Rektor menegaskan bahwa keputusan Unimal liburkan perkuliahan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
"Sehubungan dengan kondisi cuaca ekstrem sejak 23 November 2025... Rektor menetapkan pengaturan ulang penyelenggaraan perkuliahan," bunyi surat itu.
Prof Herman, menegaskan perkuliahan dan layanan administrasi yang hilang selama masa libur darurat ini akan diganti dan disesuaikan kembali oleh pimpinan unit masing-masing di kemudian hari.
Kendati aktivitas akademik dihentikan, Rektor memberikan pengecualian khusus. Satuan pengamanan (Security) diwajibkan tetap bertugas seperti biasa untuk menjaga aset kampus.
Selain itu, kegiatan terjadwal di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang sulit dijadwal ulang, diperbolehkan tetap berjalan dengan catatan ketat. "Dapat dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan dan aksesibilitas mahasiswa," tegas Rektor.
Lebih dari sekadar meliburkan kampus, Prof. Herman Fitra juga menaruh perhatian besar pada kondisi warga kampusnya. Dalam poin keempat SE tersebut, ia memerintahkan para pimpinan fakultas dan lembaga untuk melakukan pendataan (monitoring) terhadap dosen, tendik, dan mahasiswa yang menjadi korban banjir.
Data tersebut diminta untuk segera dilaporkan kepada Rektor melalui Protokol Universitas agar langkah bantuan bisa segera dikoordinasikan.
"Seluruh sivitas akademika diharapkan tetap waspada terhadap potensi risiko bencana... serta saling membantu dalam semangat solidaritas," pungkasnya.(*)
| Tower Transmisi di Jalur Arun-Bireuen Roboh Akibat Banjir, Listrik Seluruh Abdya Padam |
|
|---|
| Atasi Banjir, Dinas Pengairan Fokus Bangun Tanggul dan Penguatan Tebing |
|
|---|
| Pasca Digerus Banjir, Tiga Ruas Jalan di Pijay Ambruk, Ini Lokasinya |
|
|---|
| HRD dan Kementerian PUPR Kunker ke Empat Kabupaten, Tinjau Infrastruktur Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Dampak Banjir, 100 Meter Badan Jalan dan Sepuluh Kios di Pidie Amblas ke Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rektor-Unimal-Herman-Fithra.jpg)