Senin, 13 April 2026

Berita Banda Aceh

Disbudpar dan Gekrafs Aceh Selenggarakan Workshop Digital dan Sertifikasi MICE bagi Pelaku Ekraf

Selama kegiatan, para peserta akan mendapatkan pembekalan langsung dari para pemateri berkompeten serta mengikuti proses sertifikasi MICE.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Tribunnews.com/Agus Ramadhan
FOTO BERSAMA - Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf, Ismail SPd bersama jajaran Gekrafs Aceh dan pelaku ekonomi kreatif foto bersama dalam kegiatan Workshop Digital Creative, di salah satu hotel kawasan Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, mulai Rabu (26/11/2025) 

Disbudpar dan Gekrafs Aceh Selenggarakan Workshop Digital dan Sertifikasi MICE bagi Pelaku Ekraf

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Aceh menggelar kegiatan peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif (ekraf) melalui penyelenggaraan Workshop Digital Creative. 

Kegiatan ini berlangsung di salah satu hotel kawasan Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, mulai Rabu (26/11/2025) hingga 1 Desember 2025.

Selama kegiatan, para peserta akan mendapatkan pembekalan langsung dari para pemateri berkompeten serta mengikuti proses sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition). 

Sertifikasi ini menyasar pelaku event di Aceh guna meningkatkan profesionalitas dan daya saing di sektor MICE.

Baca juga: Siap Majukan Industri Ekonomi Kreatif, Sunnyl Iqbal: Ayo Gabung Bersama Sahabat Gekrafs Aceh

Workshop tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedi Yuswadi AP, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf, Ismail SPd.

Dalam sambutannya, Ismail menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor strategis yang terus mengalami pertumbuhan signifikan. 

Ekraf, kata dia, memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja baru, memperkuat nilai budaya, dan menunjang pembangunan berkelanjutan.

“Meski menghadapi berbagai tantangan, peluang yang ada jauh lebih besar. Terutama dengan dukungan teknologi digital yang mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya kreatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan sektor ekonomi kreatif harus diperkuat melalui inovasi, akses pendanaan, workshop, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi lintas sektor. 

Upaya ini diyakini dapat memperkuat brand lokal dan memperluas jaringan kerja para pelaku kreatif.

“Peserta workshop diajak menggali dan memahami strategi pemasaran berbasis teknologi yang dapat menjadi peluang dalam pengembangan ekraf. Penguatan ini penting untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar, inovasi produk, serta dukungan pembinaan komprehensif,” jelasnya.

Menurut Ismail, peningkatan desain, kualitas produk, pemahaman keuangan syariah, sertifikasi halal, Hak Kekayaan Intelektual, digital marketing hingga sesi inspiratif menjadi modal utama dalam mendorong kontribusi pelaku ekraf terhadap pembangunan ekonomi kreatif Aceh.

Sementara itu, Sekretaris DPW Gekrafs Aceh, Iqbal Firdaus mengungkapkan bahwa, sektor ekraf ini menyumbang hampir 25 persen pertumbuhan ekonomi di Aceh. Namun pelaku ekraf di Aceh belum bisa berkembang dengan sangat baik.

“Sehingga tugas kita di Gekrafs Aceh bisa membantu para pelaku ekraf ini untuk memaksimalkan potensi yang ada. Kami mengharapkan kolaborasi yang sangat baik dengan Disbudpar Aceh agar kita sama-sama mengoptimalisasikan potensi yang ada,” tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved