Senin, 4 Mei 2026

Aceh Darurat Cuaca Ekstrem

Penyeberangan Banda Aceh–Sabang Masih Normal, Perketat Pengawasan-Kesiapsiagaan saat Cuaca Ekstrem

Aktivitas penyeberangan Banda Aceh-Sabang melalui Pelabuhan Ulee Lheue hingga kini masih berjalan normal, meski potensi cuaca ekstrem...

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO/Sara Masroni
ACEH HEBAT 2 - Kapal Aceh Hebat 2 saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh yang direkam pada Sabtu (13/9/2025) lalu. 
Ringkasan Berita:
  • Aktivitas penyeberangan Banda Aceh–Sabang di Pelabuhan Ulee Lheue masih berjalan normal meski cuaca ekstrem mulai melanda perairan Aceh.
  • Pengawasan diperketat melalui koordinasi dengan BMKG, KSOP, dan operator kapal, termasuk pemeriksaan kelaiklautan serta larangan membawa barang berbahaya.
  • Personel tambahan disiagakan untuk memastikan respons cepat kondisi darurat, sementara pelabuhan tetap aman dengan desain dermaga MB yang tahan genangan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Aktivitas penyeberangan Banda Aceh-Sabang melalui Pelabuhan Ulee Lheue hingga kini masih berjalan normal, meski potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Aceh seiring datangnya musim penghujan.

Pihak pelabuhan memastikan seluruh operasional tetap dalam pengawasan ketat demi menjamin keselamatan penumpang dan awak kapal.

Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Wilayah 1 Aceh, Husaini SE MMTr mengatakan, pihaknya bersama operator kapal dan instansi terkait terus memantau kondisi cuaca melalui informasi dari BMKG.

“Saat ini operasional penyeberangan Banda Aceh–Sabang masih berjalan normal dan tetap dalam pengawasan ketat,” ujar Husaini saat dihubungi, Rabu (26/11/2025).

Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kejadian tak terduga, seluruh unsur operasional pelabuhan telah berada dalam status siaga.

Koordinasi diperketat dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), operator kapal, serta unsur keselamatan lainnya. Pemeriksaan kelaiklautan kapal dan muatan dilakukan lebih ketat sebelum Surat Persetujuan Berlayar (SPB) diterbitkan.

Selain itu, pengawasan terhadap batas tonase dan stabilitas muatan juga ditingkatkan. Barang-barang berbahaya dilarang keras dibawa dalam pelayaran.

Petugas di dermaga pun diminta meningkatkan kewaspadaan, termasuk rutin memeriksa alat keselamatan dan kesiapan peralatan SAR.

Baca juga: Wali Kota Banda Aceh Instruksikan Seluruh OPD Siaga Potensi Banjir, 9 Rumah Pompa Standby

Personel tambahan juga disiagakan untuk memastikan respons cepat jika terjadi keadaan darurat.

“Personel tambahan disiagakan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat, sehingga pelabuhan tetap siap menjaga keselamatan operasional selama musim penghujan,” tegas Husaini.

Dikatakan, Pelabuhan Ulee Lheue telah dirancang dengan sistem dermaga MB (Moveable Bridge) yang tahan terhadap genangan air hujan.

“Didesain dan dirancang dengan jenis dermaga MB yang tidak tergenang akibat air hujan baik disisi dermaga, zonasi steril, tempat parkir, maupun terminal penumpang," pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved