Banda Aceh
Lobi Pusat, Banda Aceh Segera Miliki Sistem Peringatan Dini Banjir, Begini Cara Kerjanya
Kota Banda Aceh segera memiliki suatu sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) terhadap potensi...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Kota Banda Aceh akan memasang sistem peringatan dini banjir berupa lima sensor tinggi muka air digital yang terhubung dengan dua sirene di pusat kota.
- Pemasangan dilakukan setelah survei Pusdatin BNPB dan ditargetkan rampung pada minggu kedua Desember 2025 dengan garansi satu tahun.
- Wali Kota Illiza menyebut EWS ini akan memperkuat mitigasi bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi banjir.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kota Banda Aceh segera memiliki suatu sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) terhadap potensi bencana banjir berupa perangkat pemantau tinggi muka air digital (automatic water level recorder).
Keberadaan sistem berbasis digital tersebut akan memperkuat upaya mitigasi bencana di ibu kota. Kelima sensornya bakal dipasang di sepanjang bantaran Krueng Aceh dan Krueng Daroy yang membelah kota. Alat itu terkoneksi dengan dua unit sirene di pusat kota, yakni di Kantor Kecamatan Kuta Alam dan Baiturrahman.
Hal ini terungkap dalam pertemuan Tim Pusdatin BNPB dengan Wali Kota Illiza dan jajaran di pendopo, Rabu (26/11/2025). Beberapa waktu sebelumnya, Illiza telah bersurat serta menyambangi langsung kantor BNPB untuk mengusulkan bantuan tersebut.
Ketua Tim Survei Pusdatin BNPB, Leonard mengatakan, data dari setiap sensor yang dipasang, nantinya akan dikirim ke geodashboard yang dikelola oleh BPBD. “Kalau hasil survei titik sensor dan sirene sudah di-acc pimpinan, kita bisa langsung bekerja melakukan pemasangan,” jelasnya.
“Dan jika tak ada aral melintang, pekerjaan EWS banjir Banda Aceh dapat kita rampungkan pada minggu kedua Desember tahun ini. Setelah pemasangan, juga ada garansi satu tahun dari vendor, baik untuk kerusakan atau kehilangan,” sambungnya seraya menjelaskan mekanisme kerja sistem serupa yang telah dipasang di Gunung Ibu, Maluku Utara.
Illiza pun menyampaikan terima kasih kepada tim survei BNPB yang telah turun ke lapangan. “Terima kasih telah membantu kami untuk menghadapi tantangan besar berupa ancaman bencana banjir yang sewaktu-waktu dapat melanda Banda Aceh.”
Menurutnya, kehadiran EWS sangat bermanfaat untuk melindungi masyarakat dari dampak bencana banjir. “Dengan adanya sistem peringatan dini yang modern ini, kita bisa meningkatkan kesiapsiagaan bencana banjir di masa datang,” ujar Illiza.
Baca juga: Padam Sejak Pagi, Warga Banda Aceh Ramai-ramai Cari Listrik Darurat ke Warkop
Dikatakan, Pemko berkolaborasi dengan semua pihak untuk memberikan dampak besar dalam upaya mitigasi bencana. Harapannya, EWS ini nanti mampu menghasilkan data yang akurat sehingga kita bisa bersikap cepat-tepat dalam situasi darurat
“Kita sedia payung sebelum hujan. Insya Allah ini akan semakin memperkuat ikhtiar yang sudah berjalan selama ini, mulai dari rumah pompa, tim quick response, hingga gerakan gotong-royong bersama masyarakat. Ini juga langkah penting membangun kota tangguh dan aman bagi warga dan siapa pun yang ada di dalamnya,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tim-Pusdatin-BNPB-saat-pertemuan-dengan-Wali-Kota-Illiza.jpg)