Kamis, 23 April 2026

Banda Aceh

UIN Ar-Raniry Gaungkan Kampus Aman, Zero Kekerasan dan Ramah Disabilitas

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggelar talk show bertema “UIN Ar-Raniry Kampus Aman & Inklusif....

Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO/HUMAS UIN AR-RANIRY
FOTO BERSAMA - Rektor, Prof Mujiburrahman didampingi Ketua LP2M Dr Jasafat dan Koordinator PSGA Dr Nashriyah foto bersama usai talk show “UIN Ar-Raniry Kampus Aman & Inklusif: Perlindungan Perempuan, Peduli Anak, dan Pemenuhan Hak Disabilitas” di Gedung Teater Museum kampus setempat, Banda Aceh, Rabu (26/11/2025). 

 

Ringkasan Berita:
  • UIN Ar-Raniry menggelar talk show bertema kampus aman dan inklusif sebagai bagian dari Milad kampus dan peringatan 16 HAKtPA serta Hari Disabilitas Internasional.
  • Kampus memaparkan berbagai kebijakan perlindungan perempuan, anak, dan disabilitas, termasuk Satgas PPKS, fasilitas ramah disabilitas, dan penguatan sistem keamanan.
  • Acara menghadirkan banyak narasumber dan diakhiri dengan deklarasi “Kampus Zero Kekerasan dan Ramah Disabilitas” serta peluncuran Unit Layanan Disabilitas.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggelar talk show bertema “UIN Ar-Raniry Kampus Aman & Inklusif: Perlindungan Perempuan, Peduli Anak, dan Pemenuhan Hak Disabilitas” di Gedung Teater Museum UIN Ar-Raniry, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat kesadaran dan kebijakan mengenai perlindungan kelompok rentan di lingkungan perguruan tinggi.

Acara digelar dalam rangkaian Milad UIN Ar-Raniry serta peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (16 HAKtPA) dan Hari Disabilitas Internasional.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg dalam sambutannya menyampaikan, kampus terus mendorong penerapan kebijakan dan layanan yang berpihak pada keselamatan serta kenyamanan seluruh sivitas akademika.

“UIN Ar-Raniry berkomitmen menghadirkan kampus yang aman dan inklusif melalui kebijakan, program intervensi, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam perspektif gender,” ujar Mujiburrahman.

Sejumlah langkah yang telah dijalankan kampus antara lain penerbitan Keputusan Rektor tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), pembentukan Satgas PPKS, pengarusutamaan gender di unit-unit akademik, serta penyusunan kode etik pencegahan kekerasan dan perlakuan diskriminatif.

Selain itu, kampus juga memperluas fasilitas ramah disabilitas seperti jalur landai, kamar mandi khusus, tactile paving, dan taman aksesibel di beberapa titik. Sistem keamanan diperkuat melalui pemasangan CCTV dan lampu jalan.

Di sisi lain, kampus juga melakukan edukasi anti-perundungan, pelatihan terkait kampus ramah anak, serta pengembangan duta gender dari kalangan mahasiswa.

Mujiburrahman menambahkan bahwa kampus menaruh perhatian pada terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.

“Kampus adalah ruang untuk menuntut ilmu. Kami berharap tidak ada lagi kasus perundungan atau kekerasan dalam bentuk apa pun,” katanya.

Talk show menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unit di UIN Ar-Raniry, di antaranya Ketua LP2M Dr Jasafat MA, Koordinator Pusat Studi Gander dan Anak (PSGA) Dr Nashriyah MA, Pengajar Viktimologi FSH Syarifah Rahmatillah MH, Ketua ULT PPKS Dr Khairani MAg, Ketua Unit Layanan Disabilitas Harri Santoso SPsi MEd dan Program Manager FBA Asnawi Nurdin MEd. 

Dalam pemaparannya, para narasumber menyoroti isu kekerasan seksual, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, dan penguatan kebijakan kampus ramah anak. Diskusi juga menekankan perlunya kolaborasi antarunit untuk memperkuat sistem perlindungan dan layanan bagi mahasiswa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved