Kamis, 23 April 2026

Berita Pidie

Hujan Disertai Longsor Terjadi Berulang, Bupati Pidie Imbau Warga Waspada Potensi Bencana

Sesuai analisis, bahwa akibat aktifnya bibit siklon tropis 95B di Selat Malaka, di sebelah timur Aceh.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
EVAKUASI KORBAN BANJIR - Relawan Fertical Rescue mengevakuasi korban banjir di Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Rabu (26/11/2025). Banjir melanda Pidie hampir di 23 kecamatan. 
Ringkasan Berita:
  • BMKG mengeluarkan rekomendasi darurat hidrometeorologi. 
  • Bupati Pidie mengimbau warga untuk waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan lereng perbukitan, serta menghindari aktivitas di area sungai saat hujan deras.
  • Aparat gampong hingga BPBD diminta memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan, termasuk memantau kondisi wilayah, menyiapkan personel serta peralatan, dan memastikan penanganan cepat bagi warga terdampak. 
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sesuai analisis, bahwa akibat aktifnya bibit siklon tropis 95B di Selat Malaka, di sebelah timur Aceh.

Juga disertai indeks dipole mode yang bernilai negatif, sekaligus aktifnya gelombang rossby ekuatorial, terdapat belokan angin dan konvergensi, hingga suhu muka laut yang hangat dapat meningkatkan penambahan masa uap air.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan kontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan sedang, maupun lebat yang disertai angin kencang di wilayah Aceh.

Sehingga berdasarkan analisis dinamika atmosfer pada November hingga Desember 2025 di Aceh, Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan rekomendasi darurat siaga bencana hidrometeorologi dan peringatan dini cuaca.

Untuk itu, warga harus waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan lainnya akibat hujan dengan intensitas lebat yang terus menerus terjadi. 

Selain itu, jika masyarakat melihat awan tebal hitam dan hujan mulai rintik di daerah pegunungan, maka disarankan untuk meninggalkan daerah lereng gunung dan wilayah aliran sungai.

Baca juga: Hari Kedua Banjir di Aceh Tamiang, Pengungsi Sudah Mencapai 6.188 Jiwa

"Makanya, kami imbau kepada masyarakat untuk tetap siaga dan terus meningkatkan kewaspadaan. 

Terutama warga yang tinggal di lokasi rawan banjir, bantaran sungai lereng perbukitan dan wilayah berisiko lainnya," kata Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, kepada Serambinews.com, Rabu (26/11/2025).

Selain itu, sebutnya, warga menghindari aktivitas di area sungai, terutama saat hujan deras dan debit air yang sedang meningkat. Juga memastikan keluarga dan anak-anak berada dalam pengawasan.

Kata Bupati Sarjani, masyarakat diminta selalu memantau informasi resmi BMKG, BPBD dan instansi terkait, terhadap perkembangan cuaca, potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, dan kenaikan debit air sungai.

Ia menegaskan, kepada keuchik dan aparat gampong supaya memperkuat koordinasi dengan camat, BPBD, TNI/Polri, dan relawan untuk memastikan kesiapan siaga bencana.

Juga memantau berkala terhadap kondisi di wilayahnya masing-masing.

Baca juga: BREAKING NEWS - Jembatan Gantung di Gayo Lues Putus, 4 Warga Jatuh ke Sungai, 2 Ditemukan, 2 Hilang 

Kepada BPBD, kecamatan dan instansi terkait, agar dapat meningkatkan kesiapsiagaan, baik personel, relawan maupun fasilitas dan peralatan penanganan bencana semaksimal mungkin.

"Instansi terkait perlu berkoordinasi, agar segera melakukan langkah konkret dan penanganan cepat dalam memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengungsi akibat dampak bencana," kata Bupati Sarjani, didampingi Jubir Bupati Pidie, Andi Firdhaus, SH CPM. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved