Banjir dan Longsor di Aceh
Aceh Darurat Bencana, 3 Korban Meninggal
Banjir besar yang melanda hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh dalam dua hari terakhir menelan korban jiwa.
Ringkasan Berita:
- Banjir besar yang melanda hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh dalam dua hari terakhir menelan korban jiwa.
- Tercatat tiga orang meninggal dunia, masing-masing dua korban di Aceh Utara dan satu korban di Bener Meriah.
- Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh mengeluarkan instruksi siaga penuh kepada personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA) di seluruh kabupaten/kota.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Banjir besar yang melanda hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh dalam dua hari terakhir menelan korban jiwa. Tercatat tiga orang meninggal dunia, masing-masing dua korban di Aceh Utara dan satu korban di Bener Meriah.
Di Aceh Utara, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang disertai jebolnya sejumlah tanggul sungai pada Rabu (26/11/2025). Bencana ini merendam ratusan desa di 18 kecamatan, memaksa ribuan warga mengungsi ke lokasi aman. Data sementara BPBD Aceh Utara mencatat 4.451 jiwa terdampak, dengan 3.507 jiwa dari 1.270 kepala keluarga mengungsi di 16 titik pengungsian.
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, MM, menginstruksikan BPBD bersama instansi terkait untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan warga meski peralatan terbatas. Ia juga meminta tenaga kesehatan siaga di pengungsian, Dinas PUPR segera mengerahkan alat berat untuk normalisasi saluran air, serta Dinas Sosial menyalurkan bantuan logistik darurat.
Ketinggian air di sejumlah wilayah bervariasi antara 30 sentimeter hingga 4 meter. Banjir mengakibatkan kerusakan tanggul, abrasi tebing sungai, rumah ambruk, hingga putusnya jembatan gantung di Kecamatan Sawang. Selain itu, 620 hektare sawah dan 571 hektare tambak terendam, serta delapan titik tanggul sungai rusak.
Korban jiwa di Aceh Utara salah satunya adalah M. Afdalil (27), pemuda asal Gampong Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Ia terseret arus saat melintasi jalan persawahan yang tergenang banjir dengan sepeda motor trail. Meski sempat ditolong warga, derasnya arus menyeret korban hingga ke aliran sungai. Setelah pencarian selama tiga jam, jasadnya ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi awal.
Sehari sebelumnya, seorang warga Kecamatan Matangkuli, Muzammil (30), meninggal dunia akibat tersengat listrik saat berusaha menyelamatkan ayam peliharaannya di tengah banjir. Sementara itu, di Kabupaten Bener Meriah, seorang warga juga dilaporkan meninggal dunia akibat rumahnya diterjang banjir. Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi genangan banjir, terutama di jalur rawan dengan arus deras. “Utamakan keselamatan. Jangan mengambil risiko saat arus deras,” tegas Kapolsek Tanah Jambo Aye, Iptu Agus Alfian Halomoan Lubis.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengimbau warga di sepanjang Daerah Aliran Sungai tetap siaga karena debit air masih tinggi dan berpotensi meningkat. Saat ini kebutuhan mendesak di lokasi terdampak meliputi peralatan evakuasi, makanan pokok, logistik masa panik, serta alat berat untuk normalisasi sungai.
Bener Meriah
Banjir bandang juga menerjang pusat Pasar Rakyat di Wih Ni Delung, Kampung Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, pada Rabu (26/11/2025). Seorang warga setempat dikabarkan ikut meninggal dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu dini hari itu. Rumah korban disebut-sebut runtuh diterjang banjir.
Nagan ke Takengon lumpuh
Banjir yang melanda Kabupaten Nagan Raya, Rabu (26/11/2025), menyebabkan abutmen jembatan rangka di jalan nasional Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, putus sekitar pukul 18.30 WIB.
Dampak aspal jalan putus diterjang banjir itu, arus trasportasi dari Nagan Raya ke Takengon, Aceh Tengah, putus total.
Banjir melanda Beutong Ateuh menyebabkan warga empat desa di kecamatan itu resah terhadap air yang cukup besar.
Siagakan personel
Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh mengeluarkan instruksi siaga penuh kepada personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA) di seluruh kabupaten/kota. Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap darurat cuaca ekstrem yang dipicu oleh munculnya bibit siklon 95B.
Bibit siklon tersebut saat ini terpantau bergerak menuju daratan Aceh Timur dan diprediksi melintas hingga wilayah barat Aceh. Kondisi itu berpotensi menimbulkan hujan lebat hingga ekstrim di sejumlah daerah seperti Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Sementara wilayah Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kota Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, diperkirakan terdampak hujan sedang hingga lebat.
Aceh Darurat Bencana
Aceh Darurat Banjir
korban bencana alam
Korban Bencana
kondisi banjir di aceh hari ini
berita banjir di aceh hari ini
banjir
Banjir dan Longsor di Aceh
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Jembatan Tenge Besi Gajah Putih Dikerjakan Alat Berat, Akses Ditutup Sementara karena Rawan Longsor |
|
|---|
| Jalur KKA Arah Kem Ditutup Sementara, Polisi Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif |
|
|---|
| 2 Jembatan Darurat Mulai Dibangun, Hubungkan Aceh-Sumut dan Bireuen-Takengon |
|
|---|
| Korban Meninggal Sudah 173 Orang, Pemerintah Aceh Buka Posko Pengaduan |
|
|---|
| Seribuan Bayi Terancam Kelaparan di Aceh Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ACEH-DARURAT-BENCANA.jpg)