Banjir dan Longsor di Aceh
Langsa Minta Bantuan Pusat, 170 Ribu Terdampak
"Penetapan tanggap darurat berlaku dua minggu ke depan. Kami sudah menyurati Bapak Presiden untuk segera menindaklanjuti," Jeffry Sentana
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kota Langsa menetapkan masa tanggap darurat banjir melalui surat resmi bernomor 800.1.11.1/4545/2025.
- Banjir telah berdampak pada 170 ribu jiwa dan 55 ribu rumah. Kota Langsa kini terisolasi, sementara komunikasi terhambat akibat listrik padam.
- Akses dari ibukota provinsi menuju Langsa dan Aceh Timur terputus, akibat robohnya jembatan di kawasan Pidie Jaya dan Bireuen
"Penetapan tanggap darurat berlaku dua minggu ke depan. Kami sudah menyurati Bapak Presiden untuk segera menindaklanjuti," Jeffry Sentana, Wali Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Kota Langsa menetapkan masa tanggap darurat banjir melalui surat resmi bernomor 800.1.11.1/4545/2025. Status ini berlaku sejak 26 November hingga 9 Desember 2025, menyusul bencana banjir yang menyebabkan pemadaman listrik dan terputusnya jaringan internet di wilayah tersebut sejak, Rabu (27/11/2025).
Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana, kepada Serambi menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Presiden Republik Indonesia. "Penetapan tanggap darurat berlaku dua minggu ke depan. Kami sudah menyurati Bapak Presiden untuk segera menindaklanjuti," ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Menurut Jeffry, banjir telah berdampak pada 170 ribu jiwa dan 55 ribu rumah. Kota Langsa kini terisolasi, sementara komunikasi terhambat akibat listrik padam.
Meski belum ada laporan korban jiwa, bencana ini meluas ke sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera, termasuk Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Langkat. "Kami berharap bantuan segera disalurkan melalui BNPB, karena akses komunikasi terputus, listrik padam, dan stok logistik pangan sangat terbatas," tutup Jeffry.
Pantauan Serambi melalui sejumlah postingan, tampak pemukiman-pemukiman warga di Kota Langsa sudah terkepung banjir. Bahkan, sejumlah kendaraan warga juga tak berhasil dievakuasi, sehingga terendam banjir.
Selain itu, putusnya komunikasi, juga membuat warga di luar daerah tidak bisa menghubungi keluarganya untuk mengetahui kondisi terkini.
Saat ini, akses dari ibukota provinsi menuju Langsa dan Aceh Timur terputus, akibat robohnya jembatan di kawasan Pidie Jaya dan Bireuen. (nal)
Banjir dan Longsor di Aceh
Langsa Minta Bantuan Pusat
170 Ribu Terdampak
korban banjir Langsa
update banjir Langsa
Banjir Langsa
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Jembatan Tenge Besi Gajah Putih Dikerjakan Alat Berat, Akses Ditutup Sementara karena Rawan Longsor |
|
|---|
| Jalur KKA Arah Kem Ditutup Sementara, Polisi Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif |
|
|---|
| 2 Jembatan Darurat Mulai Dibangun, Hubungkan Aceh-Sumut dan Bireuen-Takengon |
|
|---|
| Korban Meninggal Sudah 173 Orang, Pemerintah Aceh Buka Posko Pengaduan |
|
|---|
| Seribuan Bayi Terancam Kelaparan di Aceh Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Walikota-Langsa-tetapkan-status-darurat-banjir.jpg)