Banjir Landa Aceh
Aceh Dilanda Banjir Besar, Dinas Pangan Pastikan Persediaan Telur Aman
Musibah banjir besar melanda Aceh sejak Rabu (26/11/2025). Sejumlah daerah terendam air dan tanah longsor.
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Musibah banjir besar melanda Aceh sejak Rabu (26/11/2025). Sejumlah daerah terendam air dan tanah longsor.
Bahkan beberapa jembatan di lintasan jalan nasional putus dihantam banjir.
Peristiwa ini membuat arus transportasi lumpuh total, termasuk angkutan barang dan sembako.
Kondisi ini membuat warga di Banda Aceh mulai mengamankan sembako, terutama telur, dalam jumlah banyak.
Bahkan beberapa toko grosir di Banda Aceh mulai kehabisan stok telur.
“Ini stok terakhir, besok kemungkinan tidak ada lagi,” kata salah satu penjual di kawasan Lambhuk kepada Serambinews.com, Kamis (27/11/2025).
Baca juga: Banjir Landa Aceh Tamiang, Stok Kebutuhan Pokok di Sejumlah Warung Habis
Ia menjual telur dengan harga Rp 57 ribu perpapan. Sedangkan di Ulee Kareng, harga telur lebih dijual lebih mahal yaitu Rp 60 ribu per papan.
“Kendaraan tertahan di Meureudu (Pidie Jaya) karena jembatan putus,” lanjut penjual tadi.
Sementara Dinas Pangan Aceh yang dikonfirmasi Serambinews.com, Kamis (27/11/2025) memastikan bahwa stok telur di Aceh Besar dan Banda Aceh masih aman.
Pemerintah Aceh melalui Dinas Pangan Aceh telah melaksanakan program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) atau bantuan ongkos angkut untuk komoditas telur ayam ras.
Menyalurkan telur ras
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Aceh, Yuni Saputri STP MT menyebutkan sejak 22 hingga 27 November 2025 pihaknya telah menyalurkan 4.137 ikat atau setara 41.370 papan telur ayam ras ke Pasar Lambaro, Aceh Besar.
Baca juga: Harga Telur di Abdya Bertahan, Segini Harga Beras dan Ayam Potong
“Harga jual per ikat Rp 510.000 sebelumya berkisar Rp 520.000-Rp.525.000 per ikat. Fasilitasi ini berperan signifikan menekan harga jual di tingkat pedagang eceran,” kata Yuni.
Yuni menerangkan realisasi 41.370 papan telur ayam ras ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan pasokan di pasar selalu aman.
“Dengan adanya subsidi ongkos angkut ini, kami berharap harga jual di tingkat konsumen dapat terkendali dan sesuai dengan harga acuan penjualan yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional,” ujar yuni.
Pihaknya akan terus memantau pergerakan harga di pasar melalui enumerator (petugas harga).
“Bahkan saat ini masih ada satu truk lagi sebanyak 1200 ikat (12.000 papan) yang masih belum sampai ke Lambaro di karenakan cuaca/kondisi Aceh yang banjir,” ucapnya.(*)
Baca juga: Berkapasitas 100 Ribu Ekor, Aceh Tamiang Kini Miliki Peternakan Ayam Petelur Terbesar di Aceh
| Sawah Terdampak Banjir Sedang Dinormalisasi, Ini Harapan Kadistanbun Bireuen |
|
|---|
| Puluhan Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Porak-Poranda Diterpa Angin Kencang |
|
|---|
| Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi |
|
|---|
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Seorang-pedagang-sedang-melayani-pembeli-telur-di-roko-grosir.jpg)