Banjir Landa Aceh
Stok Telur, Kol, hingga Tomat Mulai Langka, Cabai Merah Rp 250 ribu/kg
Sejumlah kebutuhan pokok dan sayur-mayur mulai langka di pasaran Kota Banda Aceh. Kondisi ini merupakan dampak dari banjir yang...
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Banjir yang memutus jalur transportasi Medan–Banda Aceh menyebabkan pasokan kebutuhan pokok terhenti, sehingga sejumlah komoditas seperti tomat, kol, cabai, dan telur langka di pasaran Banda Aceh.
- Harga berbagai bahan pangan melonjak drastis, termasuk cabai merah hingga Rp250.000/kg dan telur mencapai Rp80.000 per papan.
- Pemko Banda Aceh mengimbau warga agar tidak panic buying, sementara pedagang dan masyarakat mengeluhkan stok yang sulit didapatkan akibat terputusnya distribusi.
Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah kebutuhan pokok dan sayur-mayur mulai langka di pasaran Kota Banda Aceh.
Kondisi ini merupakan dampak dari banjir yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh.
Beberapa komoditas yang mulai sulit ditemukan di pasar antara lain tomat, kol, cabai hijau, daun sup, bawang prei, hingga wortel.
Sejumlah bahan lainnya meskipun masih tersedia, namun harganya sudah melambung tinggi. Cabai merah yang biasanya hanya sekitar Rp80.000 per kilogram kini naik drastis hingga mencapai Rp250.000 per kilogram.
Cabai hijau yang biasanya sekitar Rp40.000 kini menjadi Rp80.000 per kilogram. Harga cabai kecil juga ikut melonjak hingga Rp280.000 per kilogram.
Tomat di beberapa kedai yang masih tersisa juga naik tajam, dari biasanya Rp15.000 kini mencapai Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram.
Maulidin, salah seorang pedagang di kawasan Jalan Kartini, Peunayong, menyampaikan bahwa bahan-bahan kebutuhan pokok tersebut sudah tidak lagi bisa mereka dapatkan dari pedagang besar di Lambaro. Kalaupun ada komoditas yang tersedia, harganya sudah melonjak tinggi.
Menurutnya, yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah cabai merah yang kini mencapai Rp250.000 per kilogram.
Ia juga menyebutkan bahwa tomat, kol, daun sup, hingga wortel sudah tidak lagi tersedia.
“Kalau yang naik paling parah itu cabai merah, sudah Rp 250 kg per kilogram, tapi kalau kol sama tomat memang sudah susah didapatkan barangnya, telur juga, kami mau ambil untuk dijual aja sudah tidak ada barang,”ujarnya.
Menurut Maulidin, selama ini bahan-bahan tersebut hampir seluruhnya dipasok dari wilayah Sumatera Utara. Namun banjir yang menyebabkan putusnya transportasi Banda Aceh–Medan membuat distribusi barang-barang kebutuhan pokok tersendat.
Rizal, pedagang lainnya di Jalan Kartini, Peunayong, juga mengakui hal serupa. Banyak warga mencari kol dan tomat, namun barangnya tidak tersedia, hanya beberapa kedai yang masih memiliki stok.
Ia mengatakan banyak kebutuhan utama rumah tangga memang dipasok dari Sumatera Utara. Sementara daerah sekitar Banda Aceh biasanya hanya memasok cabai kecil, daun bayam, dan daun kangkung yang stoknya masih tersedia.
Selain itu, di kedai-kedai kawasan Jalan Kartika juga sudah tidak ditemukan lagi stok telur karena sudah habis dibeli pelanggan. Jika sebelumnya telur dijual sekitar Rp50.000 per papan, kini harganya naik menjadi Rp60.000 hingga Rp80.000 per papan.
Pantauan Serambi di Pasar Jalan Kartini, Peunayong, terlihat para pembeli berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok. Komoditas yang paling banyak dicari adalah tomat, cabai, dan telur.
Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Jamal, mengimbau warga agar tidak panic buying dalam menghadapi kondisi saat ini, sehingga membeli kebutuhan secara berlebihan.
Ia meminta masyarakat membeli barang sesuai kebutuhan, karena mereka memastikan jika stok akan tersedia.
Seorang warga Aceh Besar, Zuhri, mengaku ia kesulitan mendapatkan telur untuk kebutuhan rumah tangga. Dari beberapa toko grosir dan kios yang ia datangi di kawasan Cadek hingga Rukoh, telur sudah tidak tersedia.
Baca juga: Aceh Dilanda Banjir Besar, Dinas Pangan Pastikan Persediaan Telur Aman
Menurutnya, beberapa kedai menjual telur dengan harga sekitar Rp70.000 per papan, namun stoknya tetap tidak ada.
Ia akhirnya mendapatkan telur di sebuah kios kecil, meskipun awalnya hanya diizinkan membeli lima butir.
“Tadi saya dapat di kios kecil, awalnya Cuma boleh beli 5 butir, akhirnya saya minta 15 butir dikasih, karena biar semuanya dapat,”ujarnya.
Untuk diketahui, jalur transportasi Medan–Banda Aceh terputus akibat banjir. Saat ini dari Banda Aceh, akses jalan nasional hanya bisa ditempuh hingga ke Bireuen.
Sementara dari arah Medan, kendaraan sudah tertahan di Semadam, Aceh Tamiang.
Akibatnya, pasokan barang-barang kebutuhan pokok yang biasanya dikirim melalui jalur darat menjadi terhenti.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/berbelanja-di-pasar-Jalan-Kartini-Peunayong-2811.jpg)