Banjir Landa Aceh
Stok Telur di Banda Aceh Mulai Menipis, Batasi Satu Papan/Orang, Pemerintah Diminta Segera Bertindak
Menipisnya stok tersebut disebabkan roda transportasi bahan sembako dari Sumatera Utara menuju Aceh terhambat akibat banjir.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Banjir memutus jalur transportasi dari Sumatera Utara ke Aceh, menyebabkan stok kebutuhan pokok—terutama telur—di Banda Aceh menipis dan beberapa harga naik.
- Distributor telur di Banda Aceh kehabisan stok, masyarakat mengantre sejak pagi.
- Aceh sangat bergantung pada pasokan dari Sumut, sehingga banjir dua hari saja membuat pasokan pangan terganggu; pelaku usaha meminta Pemerintah Aceh segera menangani kelangkaan sembako.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dampak banjir yang melanda Aceh sejak dua hari terakhir, membuat sejumlah harga kebutuhan pokok di Banda Aceh naik dan kekurangan stok.
Menipisnya stok tersebut disebabkan roda transportasi bahan sembako dari Sumatera Utara menuju Aceh terhambat akibat banjir.
Sejumlah jalan penghubung dan jembatan di beberapa wilayah di Aceh rusak akibat diterjang banjir.
Hal itu juga yang membuat stok sembako khususnya telur di Banda Aceh mengalami kekurangan stok.
Distributor telur ayam, Haji Ramli pemilik Istana Telur di Peunayong, Banda Aceh mengaku, dirinya sudah kekurangan stok telur sejak dua hari terakhir.
Dampak banjir yang terjadi saat ini, membuat masyarakat ramai-ramai membeli kebutuhan pangan berupa telur untuk rumahnya.
Baca juga: Ekses Banjir Aceh, Harga Sembako Naik Ugal-ugalan, Cabe Merah Rp 300 Ribu Per Kilogram
Akibatnya kini stok telur di tempatnya mulai menipis dan diprediksi akan habis hari ini.
“Ini masyarakat dari pagi mengantre untuk membeli telur. Stok sudah menipis, dan hari ini sudah habis stok telurnya,” kata Haji Ramli kepada Serambinews.com, Jumat (28/11/2025).
Hal itu diperparah lantaran kejadian bencana yang terjadi secara tiba-tiba pihaknya tidak memiliki persiapan. Pihaknya kini menjual telur kepada masyarakat merupakan barang yang sudah di stok sebelumnya.
“Ini stok lama, paling hari ini sudah habis,” ujarnya.
Sebagai distributor telur ayam, ia mengharapkan kepada Pemerintah Aceh harus segera mengatasi kelangkaan bahan sembako di Aceh.
Pasalnya, Aceh dari dulu sudah ia sampaikan, bahwa daerah ini masih bergantung dengan stok sembako dari Sumatera Utara.
Baca juga: Banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar, Menko PMK Ungkap Siklon Senyar Melemah, tapi Waspada Siklon Koto
Karenanya, dua hari banjir yang terjadi, masyarakat sangat kesusahan.
“Karena kita ketergantungan dengan Sumatera Utara. Kita tidak bicara harga, meski saat ini kita dijual Rp 60 ribu/papan. Tapi ini soal kesedian barang.
| Kejar Ketertinggalan Belajar Pascabanjir, Murid SD di Aceh Tamiang Belajar Metode Berhitung Gasing |
|
|---|
| 4 Bulan Pascabanjir, Ratusan Sekolah di Aceh Utara Masih Belajar di Lantai |
|
|---|
| Al-Farlaky Kembali Uji Publik Bantuan Rumah BNPB |
|
|---|
| Pusat Anggarkan Rp 80 Miliar Bangun Jembatan Weh Porak |
|
|---|
| Jembatan Wih Kanis Tak Kunjung Diperbaiki, Anggota DPRA Tagih Janji Kemen-PU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/antre-telur-28112025.jpg)