Senin, 4 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Kak Na Sempat Terjebak Banjir Dua Hari, Menginap di SPBU-Menumpang Truk CPO

Marlina duduk di bagian depan kendaraan, sementara anggota rombongan lainnya berada di atas tangki. Saat melewati genangan banjir yang...

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO/Abdul Hadi
MENJUMPAI WARGA – Rombongan Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Marlina Muzakir alias Kak Na menjumpai warga saat berada di kawasan Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Jumat (28/11/2025).  

Ringkasan Berita:
  • Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir (Kak Na), terjebak banjir selama dua hari di SPBU Panteu Breuh bersama Plt Kadinsos Aceh saat menyalurkan bantuan.
  • Rombongan tidak bisa melintas karena jalan nasional Banda Aceh–Medan terendam hingga 2,1 meter, sementara logistik makin menipis dan kondisi warga memprihatinkan.
  • Mereka akhirnya dievakuasi dengan mobil tangki CPO dan melanjutkan perjalanan untuk koordinasi penanganan bencana.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Marlina Muzakir alias Kak Na sempat terjebak banjir di area SPBU Panteu Breuh, Simpang Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. Ia terjebak selama dua hari, pada Rabu (26/11/2025) hingga Jumat (28/11/2025). 

Kak Na tidak sendirian. Dalam kesulitan itu, ia turut dibersamai oleh Plt Kepala Dinas Sosial Aceh Chaidir beserta rombongan.

Awalnya Kak Na bersama rombongan bergerak dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe pada Selasa (25/11/2025). Mereka menyalurkan bantuan tanggap darurat untuk korban banjir di sejumlah titik. 

Pada Rabu, rombongan kembali menyalurkan bantuan ke Lhoksukon, Aceh Utara, dan ke Julok, Aceh Timur. Namun, saat perjalanan pulang menuju Banda Aceh, mereka tidak dapat lagi melintas setelah jalan nasional Banda Aceh–Medan di kawasan Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, terendam air hingga 2,1 meter.

“Kami terpaksa menginap di SPBU karena itu lokasi yang lebih tinggi dan aman. Tidak ada lagi akses jalan yang bisa dilewati,” ujar Marlina, Jumat (28/11/2025).

Selama dua hari tertahan, kondisi rombongan semakin memprihatinkan. Persediaan logistik menipis dan belum ada bantuan luar yang bisa menjangkau lokasi tersebut. 

“Keadaan sangat darurat. Stok makanan makin sedikit. Warga di sekitar sini juga banyak yang kesulitan,” tuturnya.

Baca juga: Bunda PAUD Marlina Muzakir Semangati Lansia di Pulo Aceh

Pada Jumat siang, rombongan akhirnya berhasil keluar dari lokasi terjebak. Mereka menumpang sebuah mobil tangki pengangkut crude palm oil (CPO) yang memiliki bodi lebih tinggi sehingga dapat menerobos banjir di jalur tersebut. 

Marlina duduk di bagian depan kendaraan, sementara anggota rombongan lainnya berada di atas tangki.

Saat melewati genangan banjir yang masih tinggi, istri Gubernur Aceh itu  tak kuasa menahan tangis. 

“Saya benar-benar cemas melihat kondisi di lapangan. Banyak ibu dan anak yang membutuhkan bantuan segera,” katanya.

"Mohon penanganan segera karena banjir di kawasan ini masih sangat tinggi," ujarnya.

Rombongan kini telah tiba di kawasan Geudong dan melanjutkan perjalanan menuju Lhokseumawe untuk berkoordinasi dengan tim penanganan bencana.(*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved