Jumat, 8 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Kepala Desa Cerita ke Vilmei: Hanyut 3 Km, Bertahan 34 Jam di Pohon Mangga demi Selamatkan Keluarga

Namun di tengah arus deras yang nyaris menyeret mereka ke maut, sebuah pohon mangga menjadi satu-satunya penyelamat.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
Instagram/@vilmei
Saat menjalankan misi kemanusiaan, konten kreator Vilmei mendengar langsung cerita memilukan dari seorang kepala desa yang selamat setelah hanyut sejauh 3 kilometer dan bertahan 34 jam berpegangan pada pohon mangga. 

SERAMBINEWS.COM - Kisah haru kembali mengemuka dari lokasi banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh.

Saat menjalankan misi kemanusiaan, konten kreator Vilmei mendengar langsung cerita memilukan dari seorang kepala desa yang selamat setelah hanyut sejauh 3 kilometer dan bertahan 34 jam berpegangan pada pohon mangga.

Dalam video yang diunggah ke Instagram, Vilmei tampak berbincang dengan sang kepala desa yang masih syok menceritakan detik-detik dirinya dan keluarga terseret derasnya banjir.

“Kami berenang sendiri, tim sar tak datang,” ungkap Kepala Desa yang tidak disebutkan namanya.

Sang kepala desa mengawali ceritanya dengan suara lirih. Menurutnya, warga terpaksa menjebol atap rumah demi menyelamatkan diri karena banjir datang terlalu cepat.

“Masyarakat kita menjebol atap untuk naik ke atas. Mereka selamatkan diri sendiri, berenang sendiri. Karena timsar tidak ada. Banjirnya terlalu banyak,” ujarnya.

Baca juga: Donasi Tembus Rp1,5 M, Vilmei Siapkan Pembangunan Hunian Sementara Lengkap untuk Korban Banjir Aceh

Saat air terus meninggi, rumahnya tak lagi terlihat.

Dalam kondisi genting itu, ia, istri, dan tiga anaknya memutuskan menghanyutkan diri.

“Saya hanyut 3 kilometer dari sini. Sudah hampir tidak ada lagi kepala desa ini, tinggal nama sebenarnya,” ucapnya getir.

Diselamatkan pohon mangga

Dalam perjalanan menghanyut, arus semakin kuat. Namun sebuah pohon mangga menjadi satu-satunya pertolongan.

“Saya sangkut di pohon mangga. 34 jam di hujan,” tuturnya.

Ia bertahan di pohon itu hampir dua hari penuh, tanpa makan, tanpa minum yang layak, sambil berusaha menjaga keluarganya tetap hidup.

Ia menyebut keberadaan pohon itu sebagai pertolongan Tuhan.

Baca juga: Donasi Otw Rp 1 Miliar, Ci Vilmei Tiba di Pijay: ‘Hati Ini Hancur Lihat Semuanya Hilang Sekejap’

“Itu tiba-tiba aja nampak pohon mangga. Begitulah mungkin Allah menyelamatkan saya,” katanya.

Anak makan daun mangga, hanya minum air hujan

Saat Vilmei bertanya apa yang mereka makan selama itu, sang kepala desa tidak kuasa menahan sedih.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved