Jumat, 8 Mei 2026

Tak Pernah Merawat Kesehatan Mulut, Seorang Bocah Kehilangan 12 Gigi

Seorang bocah harus menjalani operasi darurat dan kehilangan seluruh 12 gigi susunya setelah mengalami serangkaian keluhan

Tayang:
Editor: Amirullah
Tangkapan layar postingan Facebook Siti Nur Haliza
anak kehilangan 12 gigi karena kebersihan mulut yang lalai (Tangkapan layar postingan Facebook Siti Nur Haliza) 

Ringkasan Berita:
  • Bocah di Malaysia itu awalnya mengalami sakit kepala hebat, muntah, lemas, dan kehilangan nafsu makan. 
  • Pemeriksaan mulut mengungkap seluruh gigi anak tersebut mengalami kerusakan berat hingga tak satu pun bisa diselamatkan. 
  • Sang ibu mengakui kerusakan gigi terjadi akibat kebiasaan minum susu botol terlalu lama dan kurangnya perawatan gigi sejak kecil. 

 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah kisah pilu dari Malaysia mengundang keharuan dan keprihatinan para orang tua.

Seorang bocah harus menjalani operasi darurat dan kehilangan seluruh 12 gigi susunya setelah mengalami serangkaian keluhan kesehatan yang awalnya tak terduga.

Berawal dari sakit kepala hebat, muntah, dan tubuh lemas, pemeriksaan medis mendalam justru mengungkap kerusakan gigi yang sangat parah akibat kebiasaan kebersihan mulut yang buruk selama bertahun-tahun.

Pengakuan jujur sang ibu yang diliputi rasa bersalah ini menjadi peringatan keras tentang dampak fatal kelalaian perawatan gigi anak sejak usia dini.

Inilah kisah mengejutkan bocah kehilangan 12 giginya

Kisah emosional yang dibagikan dalam rangkaian komentar viral tersebut merinci perjalanan medis yang menakutkan yang akhirnya membuat para dokter menemukan luasnya kerusakan gigi yang disebabkan oleh kebiasaan kebersihan mulut yang buruk selama bertahun-tahun.

Cobaan ini dimulai beberapa bulan yang lalu ketika anak laki-laki itu mulai mengalami sakit kepala parah saat bangun tidur. Meskipun tampak menjalani rutinitas paginya seperti biasa, ibunya memperhatikan bahwa ia tampak sangat lesu dan lemah.

Sepulang sekolah, sakit kepala semakin parah. Anak itu kehilangan nafsu makan, muntah dua kali, dan tampak pusing serta tidak aktif—gejala-gejala yang mengkhawatirkan sehingga ibunya harus mencari pertolongan medis.

Kunjungan ke klinik berhasil memberikan obat resep, tetapi muntah terus berlanjut dan pusingnya tak kunjung hilang. Khawatir tidak ada perbaikan, sang ibu kembali ke klinik keesokan harinya, dan dokter pun memutuskan untuk memeriksanya secara menyeluruh.

Dokter-dokter di rumah sakit kesulitan mengidentifikasi akar penyebab sakit kepala yang terus-menerus. Mereka menyarankan untuk melakukan pungsi lumbal untuk menyingkirkan kemungkinan peradangan otak—prosedur yang ditolak sang ibu.

Baca juga: Reaksi Gus Yahya Usai Diberhentikan dari Ketua Umum PBNU Digantikan Zulfa Mustofa: Tidak Sah

Dokter spesialis kemudian merujuk anak tersebut ke Rumah Sakit Sultanah Nur Zahirah (HSNZ) di Terengganu untuk menjalani CT scan guna pemeriksaan lebih lanjut. Setibanya di rumah sakit, staf medis memberikan obat penenang untuk prosedur pencitraan.

Hasil pemindaian menunjukkan tidak ada kelainan. Namun, dokter tetap merawatnya selama beberapa hari untuk observasi ketat, memberikan antibiotik sementara tim pediatrik melakukan pemeriksaan lanjutan.

Selama pemeriksaan fisik rutin, seorang dokter memperhatikan sesuatu yang tidak biasa saat mendengarkan detak jantung anak laki-laki itu. Pemindaian selanjutnya mengungkapkan adanya lubang yang sangat kecil di jantungnya—sebuah temuan yang tidak terkait tetapi signifikan.

Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah apa yang ditemukan dokter ketika mereka memeriksa mulutnya. Semua giginya menunjukkan kerusakan yang sangat parah, dengan kerusakan yang begitu serius sehingga spesialis gigi segera dimintai pendapat.

Spesialis bedah mulut di HSNZ menyampaikan kabar buruk: tidak ada satu pun gigi yang bisa diselamatkan. Kerusakannya sudah terlalu parah sehingga tidak mungkin dilakukan penambalan, mahkota gigi, atau pencabutan sebagian—satu-satunya pilihan adalah pencabutan total.

Sumber: TribunNewsmaker
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved