Rabu, 13 Mei 2026

Sosok Kolonel Inf Ali Imran yang Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera GAM,Tegaskan Aceh Bagian Indonesia

Aksi pembubaran berlangsung di tengah situasi yang sempat memanas, namun berhasil dikendalikan aparat keamanan di lokasi. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Amirullah
Serambinews.com/HO
ALI IMRAN -- Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Infanteri Ali Imran membubarkan aksi sekelompok masyarakat yang membawa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (25/12/2025). 

SERAMBINEWS.COM -- Sejumlah warga mengibarkan bendera Bulan Bintang yang identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Jalan Lintas Banda Aceh–Medan, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (25/12/2025).

Aksi tersebut mendapat respons tegas dari Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Infanteri Ali Imran, yang langsung turun ke lokasi untuk membubarkan massa.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, Kolonel Inf Ali Imran terlihat meminta warga menghentikan aksi tersebut dan segera menurunkan bendera.

Ia menegaskan bahwa Aceh merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ambil itu bendera, ini Indonesia. Tidak ada bendera-bendera seperti itu,” ujar Ali Imran dengan nada tegas di hadapan massa.

Perwira TNI kelahiran Aceh itu juga meminta kelompok warga yang terlibat agar membubarkan diri serta menyerahkan bendera kepada aparat.

Aksi pembubaran berlangsung di tengah situasi yang sempat memanas, namun berhasil dikendalikan aparat keamanan di lokasi. 

Baca juga: HRD : Jembatan Bailey Kutablang Bireuen Rampung Dikerjakan, Dapat Dilintasi Kendaraan Mulai Hari Ini

Sosok Kolonel Inf Ali Imran

Melansir dari Tribunnews.com, Ali Imran merupakan perwira kelahiran Banda Aceh, 9 Juni 1978. 

Putra pasangan M. Yusuf Syah dan Rohani ini menempuh pendidikan umum di Banda Aceh hingga meraih gelar S-1 di Universitas Krisnadwipayana Jakarta (2014).

Ia lulusan Akademi Militer (Akmil) 2000 dan mahir di kecabangan Infanteri Kopassus.

Karier militernya panjang di Korps Baret Merah, Bais TNI, Paspampres, hingga Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad). Ali Imran pernah menjabat Dandim 0506/Tangerang (2022) sebelum dipercaya sebagai Danrem 011/Lilawangsa.

Rekam Jejak

Pernah bertugas di Satgas BIN Aceh (2008), Densandha Papua (2011), Satgas Bais Lauser (2015–2017), dan Satgas Palapa Aceh (2018).

Menerima berbagai tanda jasa, antara lain Satyalancana Dharma Nusa, Ksatria Yudha, Wira Karya, dan Santi Dharma XVIII.

Dengan rekam jejak panjang di Kopassus dan intelijen, Ali Imran diharapkan membawa semangat baru dalam kepemimpinan Korem 011/Lilawangsa.

Kolonel Infanteri Ali Imran resmi menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa. Pada hari pertama dinas, Sabtu (20/04/2024), Ali Imran bersama istri Ny. Dini Hidayati Imran selaku Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 PD IM disambut dengan tradisi Pedang Pora oleh prajurit TNI di Makorem 011/LW, Lhokseumawe.

Penunjukan Ali Imran sebagai Danrem 011/Lilawangsa berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Nomor Kep/244/IV/2024 tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan TNI AD yang ditetapkan pada 5 April 2024.

Prosesi serah terima jabatan dipimpin Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Niko Fachrizal di Kodam IM, Banda Aceh, sehari sebelumnya.

Ali Imran tercatat sebagai Danrem termuda di seluruh Indonesia. Ia dipercaya memegang tongkat komando Korem 011/Lilawangsa menggantikan Kolonel Kav Kapti Hertantyawan yang kini bertugas sebagai Wakil Direktur Kelembagaan di Secapa Angkatan Darat, Bandung.

Baca juga: 21 Tahun Smong: Kearifan Simeulue, Banjir Sumatra, dan Ingatan yang Kerap Kita Abaikan

Bubarkan Aksi Warga Kibarkan Bendera GAM

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Infanteri Ali Imran membubarkan aksi sekelompok masyarakat yang membawa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (25/12/2025).

dalam rekaman video yang viral Komandan  Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran turun langsung membubarkan aksi massa Kamis (25/12/2025).

Dalam teriakannya, Kolonel Inf menegaskan bahwa Aceh adalah bagian dari Indonesia.

"Ambil itu bendera, ini Indonesia nggak ada itu bendera-bendera," tegas Danrem. 

Putra Aceh itu meminta kelompok warga tersebut membubarkan diri dan menyerahkan bendera kepada TNI.

Dalam aksi itu, TNI mengamankan seorang pria dari kelompok tersebut. 

Dari dalam tasnya, ditemukan sebilah rencong dan sebuah senjata api pistol.

Aksi ini sempat mengganggu aktivitas lalu lintas nasional dan menciptakan situasi tegang, namun akhirnya berhasil dibubarkan.

Sekitar satu jam setelah kejadian, situasi di lokasi kembali normal dan arus lalu lintas dapat berjalan seperti biasa.  Masyarakat setempat mengaku bahwa kelompok tersebut bukan berasal dari daerah sekitar. 

Baca juga: TNI Sita Bendera Bulan Bintang, Pistol, dan Senjata Tajam dalam Demo Ricuh di Lhokseumawe

Penjelasan Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda

Dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda Kolonel Infanteri Teuku Mustafa Kamal menyampaikan bahwa sekelompok warga berkumpul di jalanan sekitar pukul 10.10 WIB, Kamis, 25 Desember 2025, sambil membawa bendera bulan bintang yang dipasang pada kayu.

“Sekitar pukul 10.30 WIB, mereka mengibarkan bendera dan mengayun-ayunkannya sambil meneriakkan kata ‘merdeka’ saat pengguna jalan melintas,” ujar Mustafa dalam keterangan tertulis.

Komandan Resor Militer 011/Lilawangsa Kolonel Infanteri Ali Imran kemudian berkoordinasi dengan Polres Lhokseumawe dan mendatangi lokasi bersama personel Korem serta Kodim 0103/Aceh Utara.

Setiba di lokasi sekitar pukul 11.10 WIB, aparat mengimbau massa untuk menghentikan aksi dan menyerahkan bendera, namun imbauan tersebut ditolak.

Aparat akhirnya melakukan pembubaran dan mengamankan bendera bulan bintang. Dalam pemeriksaan, terjadi adu mulut antara petugas dan massa. Seorang warga ditangkap karena kedapatan membawa senjata api.

“Dari salah seorang warga ditemukan satu pucuk senjata api jenis Colt M1911 beserta lima butir amunisi, satu magazen, dan satu senjata tajam,” kata Mustafa.

Warga tersebut diamankan ke Markas Korem 011/Lilawangsa sekitar pukul 11.30 WIB dan diserahkan kepada kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. 

Sementara itu, kelompok massa lainnya membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing sekitar pukul 12.10 WIB.

Mustafa menegaskan, bendera bulan bintang dilarang karena dianggap sebagai simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang menentang kedaulatan negara.

Pelarangan itu merujuk pada Pasal 106 dan 107 KUHP tentang makar, Pasal 24 huruf c Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007.

Respons Wagub Aceh

BIRO ADPIM SETDA ACEH

MINTA AKSES TOL – Wagub Aceh, Fadhlullah alias Dek Fadh, meminta akses ruas jalan tol Sibanceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum), dibuka secara khusus untuk para jamaah haji Aceh 2025, Jumat (9/5/2025).
Wagub Aceh, Fadhlullah alias Dek Fadh

Bentrokan terjadi antara aparat TNI dengan sekelompok masyarakat yang mengibarkan bendera bintang bulan di Aceh Utara pada Kamis (25/12/2025).

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh menyayangkan insiden ini.

Keprihatinan Dek Fadh disampaikan seusai kegiatan Dzikir dan Doa Bersama serta Tausiah Ustad Abdul Somad memperingati 21 Tahun Tsunami Aceh.

Kegiatan ini berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (26/12/2025).

Ia berharap TNI/Polri dan GAM dapat bersatu padu dalam misi kemanusiaan.

Lebih lanjut, ia juga meminta agar TNI/Polri mengurangi arogansi di lapangan.

Dek Fadh lantas mengajak semua pihak untuk menjaga kekompakan dan bersatu padu dalam membantu para korban terdampak banjir.

Saat ini menurutnya, fokus seluruh pihak membantu para korban terdampak bencana.

Sementara itu, Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah turut merespons.

Ia mengatakan, kejadian tersebut merupakan miskomunikasi antara kedua pihak.

Kini, permasalahan telah diselesaikan dan kedua belah pihak sepakat menjaga situasi agar kondusif.

Kata Gubernur Aceh Mualem

BANTUAN LUAR NEGERI  – Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan Aceh tidak mempersulit bantuan luar negeri masuk ke Tanah Rencong, Minggu (7/12/2025) malam.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengimbau masyarakat Aceh agar tidak ada yang mengibarkan Bendera Bulan Bintang.

Imbauan itu disampaikan Mualem menanggapi banyaknya beredar video dan foto di media sosial yang memperlihatkan warga Aceh mengibarkan Bendera Bulan Bintang.

“Kita imbau tidak perlu dinaikkan (Bendera Bulan Bintang),” kata Mualem, usai melantik Ketua dan Anggota Badan Baitul Mal Aceh (BMA) periode 2025–2030 di Restoran Pendopo Gubernur Aceh, Senin (17/11/2025) malam.

Meski demikian, Mualem tidak mempermasalahkan terkait adanya pengibaran Bendera Bulan Bintang tersebut.

“Tapi ialah untuk aneuk muda sigoe-goe kon hana pu (Tapi ialah untuk anak muda sesekali tidak masalah-red),” ujar Mualem disambut tawa orang-orang disampingnya.

Diketahui, Bendera Bulan Bintang merupakan salah satu simbol yang pernah dipakai oleh Gerakan Aceh Merdeka. 

Bendera sarat makna tersebut kerap dikibarkan pada momen-momen tertentu, seperti peringatan Hari Damai Aceh yang diperingati setiap tanggal 15 Agustus.

Selain itu, Bendera Bulan Bintang juga sering dikabarkan pada peringatan milad GAM yang saban tahun dilaksanakan pada tanggal 4 Desember.

 

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Sosok Kolonel Inf Ali Imran, Danrem Bubarkan Aksi Warga Kibarkan Bendera GAM: Ini Indonesia

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved