Amerika Vs Venezuela

Pertamina Miliki Aset Migas di Venezuela, Ini Nasibnya Usai Trump Tangkap Nicolas Maduro

Aset tersebut dikelola melalui anak usaha Pertamina, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP)

Editor: Amirullah
www.glassdoor.com/
kantor pertamina - Pertamina Miliki Aset Migas di Venezuela, Ini Nasibnya Usai Trump Tangkap Nicolas Maduro 

Ringkasan Berita:
  • Pertamina pastikan aset migas di Venezuela aman meski terjadi gejolak politik usai penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat.
  • PIEP menjadi pemegang saham mayoritas Maurel & Prom (71,09 persen) dengan hak partisipasi 40 % di lapangan Urdaneta Oeste, Danau Maracaibo.
  • Tidak ada dampak pada aset dan staf, PIEP terus memantau situasi serta berkoordinasi dengan KBRI Caracas demi kelangsungan operasional.

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memastikan aset minyak dan gas (migas) yang dimiliki di Venezuela masih dalam kondisi aman di tengah gejolak politik setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Aset tersebut dikelola melalui anak usaha Pertamina, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), yang merupakan pemegang saham mayoritas Maurel & Prom (M&P) dengan kepemilikan mencapai 71,09 persen.

Melalui M&P, Pertamina memiliki hak partisipasi sebesar 40 persen di lapangan Urdaneta Oeste, yang berada di kawasan Danau Maracaibo, salah satu wilayah migas strategis Venezuela.

Menanggapi situasi politik terkini, Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap operasional maupun keselamatan personel perusahaan di Venezuela.

"Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (5/1/2026).

Ia menyatakan, PIEP terus melakukan pemantauan secara cermat terhadap dinamika situasi yang berkembang.

PIEP disebut juga terus menjalin koordinasi yang berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dan komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan serta keberlangsungan operasional.

Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 5 Januari 2026: UBS dan Galeri24 Melesat Tajam, Antam Juga Memanas

Putra Presiden Venezuela Serukan Aksi Massa Usai Maduro Ditangkap: Akan Buktikan Siapa Pengkhianat

Sebagai informasi, fokus utama Trump setelah AS menangkap Maduro adalah pengelolaan industri minyak di Venezuela.

Sebagaimana diketahui, sektor tersebut selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Venezuela, dilaporkan Associated Press.

Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Jumlahnya sekitar 17 persen dari total cadangan minyak global.

Negara itu juga memiliki cadangan gas alam terbesar keenam di dunia.

Trump menyebut perusahaan-perusahaan minyak Amerika akan ditugaskan memperbaiki infrastruktur energi Venezuela.

Ia menilai infrastruktur tersebut telah rusak parah. “Infrastrukturnya bobrok dan minyaknya berbahaya,” kata Trump.

“Kami akan mengirim perusahaan minyak terbesar kami, menghabiskan miliaran dolar, dan membuat minyak kembali mengalir sebagaimana mestinya,” ujarnya dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida, seperti dikutip Marca.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved