Amerika Vs Venezuela
Petinggi Venezuela Berkumpul untuk Membahas Cara Menyelamatkan Nicolas Maduro dari Penjara AS
Presiden sementara Delcy Rodríguez memimpin pertemuan yang disebut bertujuan merumuskan “rencana penyelamatan kepala negara dan ibu negara Venezuela.”
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nur Nihayati
Petinggi Venezuela Berkumpul untuk Membahas Cara Menyelamatkan Nicolas Maduro dari Penjara AS
SERAMBINEWS.COM – Sejumlah pejabat tinggi dari pemerintahan Venezuela menggelar pertemuan krisis pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat.
Pertemuan itu untuk membahas langkah-langkah yang akan diambil demi menyelamatkan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya dari tahanan di Amerika Serikat.
Menurut laporan media Venezuela, Presiden sementara Delcy Rodríguez memimpin pertemuan yang disebut bertujuan merumuskan “rencana penyelamatan kepala negara dan ibu negara Venezuela.”
Pertemuan itu dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Ketua Majelis Nasional Jorge Rodríguez, Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello, serta sejumlah gubernur, anggota parlemen, walikota dan pejabat tinggi lainnya.
Namun, media Venezuela tidak membuka detail isi atau hasil dari rencana yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dalam penggerebekan AS di Caracas pada pagi hari tanggal 3 Januari 2025 dan dibawa ke New York.
Operasi tersebut dikritik keras oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan banyak negara di seluruh dunia, termasuk sekutu AS.
Berbicara dari atas kapal induk USS John F Kennedy, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro tidak diperingatkan tentang tindakan AS hingga beberapa saat sebelum pasukan AS menyerbu kamar tidurnya.
"Maduro tidak tahu pasukan Amerika akan datang sampai sekitar tiga menit sebelum insiden itu terjadi. Bahkan, istrinya pun berkata, 'Saya rasa saya mendengar pesawat di luar,'" kata Hegseth.
Baca juga: Ucapan Maduro 2019 Jadi Kenyataan: AS Siap Perang demi Kuasai Minyak Venezuela
Menurut Hegseth, rencana penangkapan presiden Venezuela di Caracas melibatkan sekitar 200 tentara Amerika.
Jet tempur dan pesawat pengebom menyerang pertahanan udara Venezuela, membuka jalan bagi Delta Force untuk memasuki area perumahan tempat Maduro dan istrinya tidur.
Maduro dan istrinya hadir di pengadilan federal di New York untuk mendengarkan dakwaan dan keduanya membantah tuduhan yang diajukan terhadap mereka oleh jaksa AS.
Setelah sidang, mereka dikembalikan ke fasilitas penahanan mereka di Brooklyn.
Sidang selanjutnya akan berlangsung pada tanggal 17 Maret.
| Venezuela Raup Rp 5 Triliun dari Penjualan Minyak ke AS, Ekonomi Mulai Bernapas |
|
|---|
| Trump Raup Keuntungan dari Minyak Venezuela, AS Dijual 30 Persen Lebih Mahal |
|
|---|
| 27 Tahun ‘Marahan’, Venezuela Mengisyaratkan Dimulainya Kembali Hubungan Diplomatik dengan AS |
|
|---|
| Trump Mulai Garap Minyak Venezuela, 17 Eksekutif Migas Dikumpulkan di Gedung Putih |
|
|---|
| Bukan Cuma Bisnis! Terbongkar Alasan Trump Mati-Matian Incar Minyak Venezuela |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/foto-Presiden-Venezuela-Nicolas-Maduro-di-kapal.jpg)