Internaisonal
Putin Bombardir Ukraina dengan Rudal Hipersonik Oreshnik, Zelensky Minta Bantuan AS
Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan meluncurkan rudal hipersonik Oreshnik berkemampuan nuklir dalam seranganke pinggiran kota Lviv, Ukraina
Ringkasan Berita:
- Ledakan di udara dilaporkan menerangi langit malam Lviv dengan kilatan cahaya terang.
- Serangan ini menjadi perhatian serius karena lokasinya sangat dekat dengan wilayah NATO dan Uni Eropa.
SERAMBINEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan meluncurkan rudal hipersonik Oreshnik berkemampuan nuklir dalam serangan ke pinggiran kota Lviv, Ukraina barat, Jumat (9/1/2026).
Moskow mengonfirmasi penggunaan senjata tersebut dan menyebutnya sebagai respons atas dugaan upaya serangan drone Ukraina terhadap salah satu kediaman Putin pada akhir Desember 2025.
Rudal Oreshnik, yang disebut mampu melaju hingga 8.000 mph, ditembakkan dari wilayah Astrakhan, Rusia selatan, dan diperkirakan hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk mencapai target di wilayah Ukraina barat.
Ledakan di udara dilaporkan menerangi langit malam Lviv dengan kilatan cahaya terang.
Serangan ini menjadi perhatian serius karena lokasinya sangat dekat dengan wilayah NATO dan Uni Eropa.
Baca juga: VIDEO - "Oreshnik": Senjata yang Paling Ditakuti NATO dan AS Diproduksi Massal oleh Rusia
Sejumlah analis meyakini target utama serangan tersebut adalah fasilitas penyimpanan gas bawah tanah terbesar di Eropa di kawasan Stryi, yang sangat vital bagi pasokan energi Ukraina, terutama di tengah musim dingin.
Klaim Rusia Dibantah Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan tersebut merupakan balasan atas “aksi teroris rezim Kyiv” yang diklaim mencoba menyerang kediaman Presiden Rusia di wilayah Novgorod menggunakan drone.
Namun, pemerintah Ukraina dan intelijen Barat membantah keras klaim tersebut, menyebutnya sebagai kebohongan dan tidak berdasar.
“Tidak ada upaya serangan terhadap kediaman Putin seperti yang diklaim Kremlin,” kata sumber intelijen Ukraina.
Serangan Besar-besaran di Berbagai Wilayah
Serangan ke Lviv terjadi di tengah malam serangan paling mematikan terhadap Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Rusia juga melancarkan serangan rudal dan drone secara masif ke Kyiv dan Kryvyi Rih, kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelensky.
Di Kyiv, sedikitnya empat orang tewas dan lebih dari 20 lainnya luka-luka, termasuk lima petugas penyelamat, dalam serangan yang berlangsung selama sekitar enam jam.
Puluhan bangunan tempat tinggal rusak, dan infrastruktur energi kota mengalami kerusakan parah yang menyebabkan pemadaman listrik dan gangguan pasokan air.
Di Kryvyi Rih, sebuah rumah dilaporkan “terbelah dua” akibat serangan rudal balistik. Serangan tersebut menewaskan satu orang dan melukai 23 warga, termasuk enam anak-anak.
Rusia juga menggempur wilayah Sumy dengan serangan artileri, sementara Ukraina melaporkan serangan balasan ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Orlovskaya di wilayah Oryol, Rusia.
Senjata Pamer Kekuatan
| Moskow Kirim Sinyal Perang ke Eropa, 11 Lokasi Disebut Bisa Dibombardir |
|
|---|
| Daftar 75 Negara Ditangguhkan Visa, Sikap Amerika Serikat Dipertanyakan Jelang Piala Dunia FIFA |
|
|---|
| Trump Minta Elon Musk Kirim Starlink ke Pendemo, Australia Desak Warganya Segera Tinggalkan Iran |
|
|---|
| Malaysia Bakal Terapkan Aturan, Anak di Bawah 16 Tahun tak Bisa Daftar Media Sosial |
|
|---|
| Lengan Memar, Trump Muncul Pertama Kali Sejak Rumor Kematiannya Beredar di Media Sosial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Oreshnik-73jej.jpg)