Amerika Vs Venezuela
27 Tahun ‘Marahan’, Venezuela Mengisyaratkan Dimulainya Kembali Hubungan Diplomatik dengan AS
Ketegangan politik, perbedaan ideologi, serta sanksi ekonomi menyebabkan kedua negara menarik duta besar masing-masing.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
27 Tahun ‘Marahan’, Venezuela Mengisyaratkan Dimulainya Kembali Hubungan Diplomatik dengan AS
SERAMBINEWS.COM – Setelah dua dekade lebih hubungan membeku, Venezuela mengisyaratkan dimulainya kembali hubungan diplomatik formal dengan Amerika Serikat (AS).
Pemerintah Venezuela mengumumkan telah memulai kontak “penjajakan diplomatik” dengan Washington sebagai langkah awal pemulihan hubungan yang lama terputus.
Dalam pernyataan resmi tertanggal 9 Januari 2026, pemerintahan sementara yang dipimpin Delcy Rodríguez menyebutkan bahwa sejumlah pejabat Departemen Luar Negeri AS telah berada di Caracas.
Sebagai respons, Venezuela juga berencana segera mengirim delegasi diplomatik ke Washington.
Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa proses penjajakan ini bertujuan untuk membangun kembali misi diplomatik di kedua negara, sekaligus membuka ruang dialog setelah hubungan bilateral mengalami krisis berkepanjangan.
“Meluncurkan proses diplomatik penjajakan dengan pemerintah AS, yang bertujuan untuk membangun kembali misi diplomatik di kedua negara,” pemerintah Venezuela melaporkan.
Hubungan AS–Venezuela mulai memburuk sejak Hugo Chávez berkuasa pada 1999.
Ketegangan politik, perbedaan ideologi, serta sanksi ekonomi menyebabkan kedua negara menarik duta besar masing-masing.
Baca juga: Trump Mulai Garap Minyak Venezuela, 17 Eksekutif Migas Dikumpulkan di Gedung Putih
Krisis mencapai puncaknya pada 2019, ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengakui pemimpin oposisi Juan Guaidó sebagai “presiden sementara” Venezuela, yang berujung pada pemutusan total hubungan diplomatik.
Sejak saat itu, Amerika Serikat menangani urusan Venezuela melalui kantor perwakilannya di Bogotá, Kolombia.
Situasi semakin rumit setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap oleh militer AS dalam operasi kontroversial yang menuai kecaman luas dari komunitas internasional karena dinilai melanggar hukum internasional dan kedaulatan Venezuela.
Meski tetap mengkritik tindakan Amerika Serikat, Delcy Rodríguez yang dilantik sebagai presiden sementara menunjukkan sikap lebih moderat.
Ia menegaskan pentingnya dialog demi stabilitas kawasan.
"Rakyat kami dan seluruh kawasan membutuhkan perdamaian dan dialog, bukan perang," katanya.
| Venezuela Raup Rp 5 Triliun dari Penjualan Minyak ke AS, Ekonomi Mulai Bernapas |
|
|---|
| Trump Raup Keuntungan dari Minyak Venezuela, AS Dijual 30 Persen Lebih Mahal |
|
|---|
| Trump Mulai Garap Minyak Venezuela, 17 Eksekutif Migas Dikumpulkan di Gedung Putih |
|
|---|
| Bukan Cuma Bisnis! Terbongkar Alasan Trump Mati-Matian Incar Minyak Venezuela |
|
|---|
| Petinggi Venezuela Berkumpul untuk Membahas Cara Menyelamatkan Nicolas Maduro dari Penjara AS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-AS-Trump-dan-Presiden-Venezuela-Maduro.jpg)